Penyebab Mobil Sebastian Vettel Bakal Ganti Sasis di Sirkuit F1 Catalunya

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Ferrari Sebastian Vettel merayakan kemenangannya di podium setelah memenangkan balapan Formula Satu (F1) Grand Prix Singapura di Sirkuit Jalan Marina Bay, Singapura, Ahad, 22 September 2019. Vettel menjuarai balapan dengan catatan waktu  1 jam:58menit:33.667 detik. REUTERS/Tim Chong

    Pembalap Ferrari Sebastian Vettel merayakan kemenangannya di podium setelah memenangkan balapan Formula Satu (F1) Grand Prix Singapura di Sirkuit Jalan Marina Bay, Singapura, Ahad, 22 September 2019. Vettel menjuarai balapan dengan catatan waktu 1 jam:58menit:33.667 detik. REUTERS/Tim Chong

    TEMPO.CO, Jakarta - Pebalap F1 Sebastian Vettel akan menggunakan sasis baru di Grand Prix Spanyol, Sirkuit Catalunya, setelah mobil Ferrarinya rusak sasis di Sirkuit Silverstone, Inggris, akhir pekan lalu.

    "Ini tidak akan berdampak banyak terhadap performa, tapi suatu keputusan logis yang harus diambil," kata Kepala Pengembangan Sasis Ferrari Simone Resta seperti dikutip Antara dari Reuters pada Rabu lalu, 12 Agustus 2020.

    Sebastian Vettel kehilangan kendali mobil SF1000 setelah melindas kerb di tikungan pertama pada balapan F1 pada hari jadi ke-70 F1 di Silvestone. Dia pun finis di P12.

    Juara dunia empat kali itu akan meninggalkan Ferrari akhir 2020. Namun Sebastian Vettel menjalani musim yang berat setelah berada di peringkat ke-13 klasemen dengan 10 poin dari lima balapan tahun ini.

    "Sebastian akan memiliki sasis baru karena setelah analisis pascalomba Silverstone kami mendapati retakan kecil yang disebabkan oleh benturan keras dengan kerb."

    Sebastian Vettel berada di bawah bayang-bayang rekan satu timnya, pebalap muda Monako Charles Leclerc, yang telah mengemas 45 poin.

    Menambah kepahitan bagi Vettel, Nico Hulkenberg, yang menggantikan pebalap Racing Point Sergio Perez, meraup 6 poin dari hanya satu balapan F1.

    Ferrari tak puas dengan paket mobil mereka tahun ini dan mengakui jika SF1000 lebih lamban dari mobil para rival.

    Petinggi tim yang bermarkas di Maranello, Italia, tersebut bahkan pesimistis bakal menang grand prix lagi sebelum 2022 ketika regulasi baru diterapkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.