Bebek Trekking Honda CT125 Masuk Indonesia, Harga Rp 75 Juta

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Honda CT125 saat dipamerkan di Tokyo Motor Show, Jepang, 23 Oktober 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Honda CT125 saat dipamerkan di Tokyo Motor Show, Jepang, 23 Oktober 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Astra Honda Motor meluncurkan Honda CT125 sebagai ikon sepeda motor bebek trekking yang mudah dikendarai, termasuk untuk digunakan di jalanan tanah. Sepeda motor imut ini dijual dengan harga Rp 75 juta (on the road DKI Jakarta).

    Honda CT125 didesain untuk menjadi partner berkendara yang tangguh di medan trekking menuju destinasi menyenangkan seperti berkemah, memancing, ataupun touring santai menikmati alam.

    Presiden Direktur AHM Toshiyuki Inuma mengatakan Honda CT125 merupakan ikon motor bebek trekking legendaris dengan desain tangguh dan tak lekang oleh waktu, dilengkapi penyematan teknologimodern. Model ini diperkenalkan untuk mereka yang ingin motor bebek ikonik yang nyaman digunakan di perkotaan dan tangguh saat turing santai menyenangkan menikmati alam. 

    “Honda CT125 hadir untuk memperluas kesenangan berkendara motor yang unik tak hanya di lingkungan perkotaan tetapi juga untuk berbagai aktivitas outdoor. Dengan performa mesin yang menyenangkan dan beragam fitur fungsional, model ini siap menemani beragam gaya hidup pengendaranya,” kata Inuma dalam keterangan tertulis, Rabu, 19 Agustus 2020.

    Honda CT125 dibekali dengan mesin 125cc, PGM-FI, 4 langkah dan berpendingin udara. Motor ini memiliki bore dan stroke 52.4 x 57.9mm dengan rasio kompresi 9.3:1. Tenaga maksimal yang dihasilkan adalah 6.5kW dicapai pada rpm 7.500 dan torsi maksimal sebesar 11 Nm pada rpm 4.500.

    Pada sisi desain, Honda CT125 membawa perpaduan antara gaya hidup modern dan fungsionalitas pada keseluruhan bodinya yang tangguh dan modern. Desain lampu depan yang bulat berpadu dengan desain lampu sein berbentuk kotak menjadi ciri khas dari Honda CT.

    Knalpot model ini didesain lebih tinggi untuk mempertahankan karakter sepeda motor trekking yang memberikan kesan kuat. Front fender yang terbuat dari besi semakin memperkokoh tampilan tangguh pada model ini. 

    Sisi fungsional dari desain Honda CT125 dapat terlihat dari posisi intake duct yang diposisikan tinggi untuk mengurangi debu yang masuk. Pada bagian belakang jok pengendara tersedia tempat besar untuk menaruh barang bawaan pengendara, dengan kapasitas maksimal hingga 20 kg pengendara dapat membawa barang lebih banyak untuk menemani perjalanannya.

    Setang kemudi dari Honda CT125 memberikan posisi berkendara natural yang mudah untuk dikendalikan.

    Fitur yang melimpah dan fungsional hadir melengkapi motor yang menjadi ikon bebek trekking ini. Untuk pencahayaan, Honda CT125 sudah mengadopsi sistem LED di keseluruhan fitur pencahayaan.

    Panelmeternya digital dan compact dengan desain bulat yang terlihat modern dan mewah sekaligus mudah untuk membaca informasi yang ditampilkan. Motor ini memiliki tangki yang besar dengan kapasitas 5,3L untuk menemani pengendaranya berkendara jarak jauh.

    Honda CT125 memiliki berat bersih 120 kg, dilengkapi dengan suspensi depan teleskopik dan velg berdiameter 17 inchi yang elegan untuk mendukung pengendalian yang lebih stabil dan presisi. Ban depan dan belakang model ini berukuran 80/90. Untuk keamanan berkendara, Honda CT125 dibekali dengan rem cakram ganda dan ABS 1-channel di roda depan.

    Executive Vice President Director AHM Johannes Loman mengatakan AHM berusaha memenuhi kebutuhan konsumen premium akan sebuah motor ikonik yang mengakomodasi keinginan pemiliknya untuk tampil beda dan dapat digunakan di perkotaan maupun berkendara jarak jauh menikmati alam. 

    “Kami melihat minat masyarakat yang tinggi akan motor bebek trekking yang ikonik. Melalui Honda CT125, pengendaranya dapat mengekspresikan ragam gaya hidup di berbagai kondisi jalan secara santai dan menyenangkan. Keseluruhan perwujudan gaya hidup tersebut didukung layanan purna jual terbaik di seluruh jaringan Honda Big Wing dan Wing dealer.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.