Pandemi, Ekspor Mobil dari Indonesia ke Vietnam Juli Naik 100 Persen

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan mobil baru terparkir di PT Indonesia Kendaraan Terminal atau IPC Car Terminal, Cilincing, Jakarta, 13 Maret 2018. Kementerian Perindustrian menargetkan ekspor kendaraan niaga dapat meningkat dan menembus hingga 35 ribu unit pada 2018 dibanding tahun sebelumnya yang berada di angka 27 ribu unit. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Ratusan mobil baru terparkir di PT Indonesia Kendaraan Terminal atau IPC Car Terminal, Cilincing, Jakarta, 13 Maret 2018. Kementerian Perindustrian menargetkan ekspor kendaraan niaga dapat meningkat dan menembus hingga 35 ribu unit pada 2018 dibanding tahun sebelumnya yang berada di angka 27 ribu unit. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Impor mobil meningkat secara signifikan pada Juli ada gelombang kedua Covid-19 di Vietnam.

    Sebuah laporan dari Departemen Umum Bea Cukai seperti dikutip dari laman en.vietnamplus.vn menunjukkan bahwa Vietnam mengimpor 4.760 mobil dari berbagai jenis senilai US$107,7 juta pada Juli, menandai peningkatan volume sebesar 34 persen dalam nilai sebanyak 10 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

    Thailand dan Indonesia adalah dua negara yang memasok mobil impor utama Vietnam, menyumbang 76 persen dari total impor mobil Vietnam pada tersebut.

    Mobil yang diimpor dari Indonesia memiliki harga terendah di pasaran masing-masing sekitar 250 juta VND (US$10.713), sedangkan mobil yang diimpor dari Thailand masing-masing dihargai setidaknya 377 juta VND.

    Thailand terus menduduki puncak daftar dengan lebih dari 2.300 mobil yang diekspor ke Vietnam, naik 33,3 persen bulan ke bulan, mencapai nilai US$38 juta, diikuti Indonesia dengan 1.300 mobil, meningkat 664 kendaraan (100,04 persen) dibandingkan dengan Juni dengan nilai lebih dari US$14 juta.

    Pasar impor lainnya termasuk Cina dengan 719 kendaraan senilai US$27,2 juta, Korea Selatan dengan 121 unit senilai US$8,66 juta, dan Jepang dengan 80 mobil senilai hampir US$3,4 juta.

    Pada Juli, Vietnam mengimpor suku cadang mobil untuk produksi rakitan lokal dan suku cadang senilai US$346,8 juta, menandai peningkatan tajam dari US$279 juta pada Juni. Pasar impor utama adalah Korsel, Cina, dan Thailand.

    Vietnam merupakan salah satu tujuan ekspor mobil terbesar hasil rakitan produsen di Indoensia. Beberapa di antaranya adalah Toyota Fortuner, Mitsubishi Xpander, hingga Honda Brio RS. 

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.