Ini Alasan Suara Pintu Mobil Ketika Ditutup Harus Lembut

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peredam panas dan bising, Silent Coat dipasang pada pintu mobil bagian dalam. (Audio Plus Indonesia)

    Peredam panas dan bising, Silent Coat dipasang pada pintu mobil bagian dalam. (Audio Plus Indonesia)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebanyakan orang tidak memikirkan efek suara pintu mobil ketika ditutup kencang.

    Majalah Mel mengungkap bahwa suara pintu mobil ketika menjadi salah satu hal terpenting yang dipikirkan oleh para insinyur otomotif.

    Suara "gedebuk" pintu mobil yang kokoh dan memuaskan itu bukan kecelakaan yang membahagiakan. Rupanya suara bukan sekadar efek samping yang muncul akibat dari dua komponen yang saling bertabrakan.

    Maka produsen mobil memastikan suara pintu mobil sangat spesifik, teredam, dan bebas derik. Melalui penggunaan berbagai bahan yang benar-benar menyerap suara, bunyi yang dihasilkan akan jauh lebih rendah.

    Penelitian menunjukkan bahwa suara logam bernada tinggi memberi kesan kualitas yang rendah.

    Saat membicarakan mobil baru, suara pertama yang biasanya didengar pembeli adalah suara pintu mobil ketika ditutup. Tidak pernah mendapatkan kesempatan kedua untuk membuat kesan pertama.

    Secara alami, pembuat mobil merancang kendaraan agar terdengar sekokoh mungkin. Di sisi lain laporan mendalam tentang teknik di balik suara pintu menutup ini sangat menarik untuk dikatakan.

    Memahami pentingnya suara kesan pertama tersebut, masuk akal jika ada upaya luar biasa yang dilakukan produsen untuk menciptakan nada dan nuansa tertentu ketika pintu mobil ditutup.

    MOTOR1.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.