Alasan Sepeda Motor Tetap Harus Ganti Pelumas Meski Jarang Dipakai

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengganti pelumas sepeda motor di bengkel Dunia Motor, Pasar Minggu, Jakarta, 13-8, 2012. Menjelang hari raya Idhul Fitri sejumlah calon pemudik bermotor melakukan beberapa penggantian seperti Oli mesin, Ban, Rantai dan servis mesin. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo.

    Pekerja mengganti pelumas sepeda motor di bengkel Dunia Motor, Pasar Minggu, Jakarta, 13-8, 2012. Menjelang hari raya Idhul Fitri sejumlah calon pemudik bermotor melakukan beberapa penggantian seperti Oli mesin, Ban, Rantai dan servis mesin. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo.

    TEMPO.CO, JakartaMasa pandemi virus corona seperti sekarang ini banyak sepeda motor terparkir lama di garasi alias tidak digunakan. Namun demikian, pemilik sepeda motor tetap disarankan untuk memeriksa kesehatan kendaraan kesayangannya. Misalnya saja, soal pelumas atau oli mesin. 

    Technical Specialist PT Pertamina Lubricants Agung Prabowo mengungkapkan bahwa oli yang terlalu lama di dalam mesin itu juga memerlukan pergantian rutin karena fungsinya sebagai pelumas, pendingin, dan pembersih telah berkurang seiring waktu.

    "Fungsi oli kan melumasi gesekan bantalan, pendingin juga berfungsi menangkal efek radiasi yang ada di dalam mesin pertama kali adalah oli yang ketemu sebelum bidang mesin berikutnya, kemudian pembersih yakni membersihkan sisa-sisa pembakaran," ungkap Agung Prabowo beberapa waktu yang lalu.

    Sebagaimana diketahui, pabrikan motor kebanyakan menyarankan untuk penggantian pelumas itu dilakukan pada rentang waktu dua bulan sekali atau jika sudah mencapai 2000 km tergantung mana yang terlebih dahulu dicapai.

    Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan oli itu menjadi stres, menurut Agung, yakni adanya asam dari oksidasi. Zat itulah yang menimbulkan oli itu dianggap stres sehingga perlu diganti agar mesin tetap sehat dan performa baik.

    Dalam hal ini, dia juga tidak menyarankan untuk pemilik kendaraan roda dua menggunakan oli diesel yang jangka panjangnya akan merusak onderdil motor itu sendiri.

    "Jika menggunakan oli diesel pada motor si zat aditif tadi adalah deterjen yang membersihkan ruang pembakaran," kata dia

    "Oli itu kalau dibiarkan lama-lama akan menggumpal atau mengerak ya, salah satunya itu yang akan terjadi jika menggunakan oli diesel pada motor, zat dispersan di sini menjaga supaya partikel tetap kecil, tapi lama-lama juga akan habis aditifnya karena umur oli dan menumpuk sulfurnya," ujar dia.

    Dalam kasus ini, Agung sangat menyarankan pemilik sepeda motor untuk menyesuaikan dengan spesifikasi yang tertera pada manual book.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto