Produsen Mobil Cina Lifan Terancam Bankrut, Ini yang Dilakukan

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lifan 320 (MINI 5-door). Sumber: thesun.co.uk

    Lifan 320 (MINI 5-door). Sumber: thesun.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembuat kendaraan dan mobil Cina, Lifan Industry (Group) Co. Ltd., mengumumkan pencarian investor publik untuk menghindari kebangkrutan ada Rabu lalu.

    Pengumuman itu disampaikan dalam pengadilan lokal di Kota Chongqing, Cina Barat Daya, yang memutuskan menerima reorganisasi untuk menghindari kebankrutan.

    Didirikan pada 1992, produsen mobil Cina Lifan yang berbasis di Chongqing tersebut adalah perusahaan kendaraan penumpang pribadi pertama yang terdaftar di pasar A-share Cina.

    Produksi dan operasi perusahaan telah menurun dalam beberapa tahun terakhir karena produknya yang kurang kompetitif.

    Seperti dilansir Xinhua hari ini, Kamis, 27 Agustus 2020, Lifan memiliki kapasitas produksi tahunan 150 ribu kendaraan bermotor lengkap dan 300.000 mesin otomotif.

    Produsen mobil Cina Lifan Mini ini juga memproduksi 1 juta sepeda motor, 1 juta mesin sepeda motor, dan 1 juta mesin bensin umum setiap tahun.

    Pengumuman itu menjelaskan total aset investor yang memenuhi syarat tidak boleh di bawah 20 miliar yuan (sekitar 2,9 miliar dolar AS) untuk menghidupkan produsen mobil Cina itu.

    Melalui partisipasi investor, Lifan berusaha mengoptimalkan aset, utang, dan struktur ekuitasnya, menjaga kepentingan kreditor yang sah, serta mengintegrasikan sumber daya industri untuk transformasi di masa depan.

    XINHUANET.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.