Yamaha Luncurkan Sepeda Gunung Listrik, Harga Rp 65,4 Juta

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sepeda listrik Yamaha saat dipamerkan di Tokyo Motor Show, Jepang, 23 Oktober 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Sepeda listrik Yamaha saat dipamerkan di Tokyo Motor Show, Jepang, 23 Oktober 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, JakartaYamaha memiliki produk sepasang sepeda gunung listrik (e-bike) yang sudah memakai suspensi penuh dengan rangka ganda, yakni Yamaha YDX Moro dan YDX Moro Pro.

    Yamaha YDX Moro dan YDX Moro Pro memakai "dual twin frame" atau rangka ganda guna menunjang stabilitas pemakainya. Rangka ganda itu dibuat terpisah -- bagian atas dan bawah -- yang dipisahkan tabung suspensi pada bagian tengahnya.

    Pipa rangka bagian atas langsung terhubung ke sadel, sehingga posisi duduk pengendara menjadi lebih rendah untuk membantu manuver saat melintasi lintasan terjal.

    Sedangkan pipa rangka bagian bawah menjadi tulang utama yang menopang seluruh bobot sepeda, sekaligus menjadi tiang penyangga baterai untuk motor listrik dengan penempatan yang lebih miring agar terhindar dari benturan.

    Sepeda listrik Yamaha YDX Moro dijual seharga US$ 4.499 (Rp65,4 juta), sedangkan YDX Moro Pro seharga US$ 5.499 (Rp80 juta), tulis Yamaha pada laman resmi perusahaan, dikutip Sabtu, 29 Agustus 2020.

    Kedua sepeda listrik itu sama-sama menggunakan baterai 500Wh dengan motor listrik Yamaha PW-X2 yang dilengkapi sensor untuk membaca kecepatan dan torsi pada pedal.

    Yang membedakan adalah, tipe YDX Moro memakai garpu RockShox Revelation RC dengan shock belakang Deluxe Select+. Sedangkan YDX Moro Pro menggunakan garpu RockShox Yari RC serta shock belakang Super Deluxe Select+.

    "Keduanya menggabungkan suspensi udara DebonAir RockShox yang diperbarui dan peredam Motion Control berukuran 160 mm. Kombinasi itu mempertahankan performa lebih tinggi dengan kinerja mulus yang menambah kepercayaan diri saat melibas medan curam dan kasar," kata Yamaha dalam laman resmi mereka.

    Untuk transmisi, sepeda gunung YDX-Moro memakai Shimano SLX 11-kecepatan dengan rantai KMC e11 Turbo. Adapun tipe YDX-Moro memakai Shimano XT shifter 11/46T 11-kecepatan.

    Fitur keamanan keduanya berupa rem cakram hidrolik Magura MT30 dengan piringan cakram Storm CL 203mm.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.