Amazon Pesan 1.800 Unit Van Listrik Mercedes-Benz

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Amazon. Kredit: Reuters

    Ilustrasi Amazon. Kredit: Reuters

    TEMPO.CO, JakartaAmazon.com Inc mengatakan telah memsan sebanyak 1.800 van listrik Mercedes-Benz untuk armada pengiriman di Eropa, Jumat, 28 Agustus 2020. Pemesanan van listrik ini disebut sebagai bagian dari rencana Amazon untuk menjalankan bisnis tanpa karbon pada tahun 2040.

    Mayoritas kendaraan listrik dari divisi mobil dan van Daimler AG akan mulai beroperasi tahun ini, kata perusahaan itu, seraya menambahkan bahwa mereka juga telah memesan 1.200 model eSprinter Mercedes-Benz dan 600 eVitos.

    Pesanan terbesar untuk kendaraan listrik Mercedes-Benz hingga saat ini mencakup 800 van untuk Jerman dan 500 untuk Inggris Raya.

    Amazon juga diketahui tengah memesan 100.000 van listrik dari Rivian Automotive LLC, perusahaan startup yang memproduksi mobil listrik Rivian, tempat mereka berinvestasi.

    Kepala Eksekutif Amazon Jeff Bezos mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa perjanjian Daimler adalah bagian dari "perjalanan Amazon untuk membangun armada transportasi paling berkelanjutan di dunia".

    Mercedes-Benz pada hari Jumat bergabung dengan The Climate Pledge, yang dimulai oleh Amazon tahun lalu, menyerukan penandatangan kesepatan untuk menjalankan bisnis tanpa karbon pada tahun 2040. Produsen mobil itu sebelumnya mengatakan akan memiliki armada tanpa karbon yang ramah lingkungan pada tahun 2039.

    Pada tahun 2018, Amazon menjadi pelanggan terbesar van Sprinter non-listrik Mercedes, dengan memiliki 20.000 kendaraan untuk armada pengiriman.

    “Ke depan, kami memprioritaskan penambahan kendaraan listrik,” Ross Rachey, direktur armada global dan produk Amazon untuk pengiriman jarak jauh mengatakan kepada Reuters.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.