Hongqi S9 PHEV Jadi Hypercar Termahal di Cina, Harga Setara Rp 21 Miliar

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hongqi S9 PHEV (Hongqi)

    Hongqi S9 PHEV (Hongqi)

    TEMPO.CO, Jakarta - Bicara soal hypercar mahal, bayangan kita melayang pada Bugatti atau Pagani Zonda. Fakta itu tak terbantahkan dengan kedua merek itu mendominasi mobil termahal di dunia. Di Cina, ada sebuah hypercar yang juga tak kalah dibanding kedua brand ternama tadi. Namanya Hongqi S9 PHEV. 

    Hypercar Hongqi S9 PHEV (Hongqi)

    Menurut laporan CarNewsChina, hypercar ini akan diproduksi secara terbatas, hanya 70 unit. Harganya 10 juta yuan atau setara Rp 21,1 miliar (kurs saat ini 1 yuan = Rp 2.117). Harga ini disebut menjadi yang tertinggi untuk sebuah mobil hyper buatan Cina. 

    Lantas apa istimewanya sehingga mobil ini dihargai setinggi langit? Hongqi S9 PHEV merupakan mobil dengan mesin buas, V8 1.400 HP Turbocharged plug-in hybrid. Mobil ini sanggup melakukan sprint dari titik 0 hingga 62 mph (setara 99,7 kph) hanya dalam waktu 1,9 detik, membuatnya sebagai salah satu mobil tercepat untuk jalan raya saat ini. Kecepatan puncak hypercar ini juga tak main-main, 400 kilometer per jam!

    ADVERTISEMENT

    Hypercar Hongqi S9 PHEV (Hongqi)

    Hongqi S9 PHEV adalah hypercar yang dibangun dari kendaraan konsep S9. Model ini diproduksi dan dirancang sendiri oleh Hongqi. 

    Menurut Ketua FAW Group, Xu Liuping, saat tampil di Frankfurt Motor Show tahun lalu, kendaraan konsep ini mengemas sistem hybrid V8T, sehingga tim FAW percaya bahwa powertrain dapat menggabungkan mesin bensin V8 turbocharged dengan satu motor listrik atau lebih.

    Hongqi S9 PHEV supercar to sell for 10 million yuan Hongqi has decided to bring their 2019 Hongqi S9 supercar concept...

    Dikirim oleh CarNewsChina.com pada Rabu, 26 Agustus 2020

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.