Di Jakarta, Mobil Lubricants Caf Biker Pertama di Dunia

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penggantian pelumas ExxonMobil Lubricants. (ExxonMobil)

    Ilustrasi penggantian pelumas ExxonMobil Lubricants. (ExxonMobil)

    TEMPO.CO, JakartaMobil Lubricants Indonesia meresmikan pembukaan sebuah Mobil Bike Café atau kafe untuk para biker pertama di dunia di Jakarta.

    Kafe motor di Jalan Pangeran Antasari Nomor 36, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tersebut melaksanakan konsep one-stop social space yang dapat memberikan kenyamanan terbaik bagi pengendara motor (bikers).

    Pablo Conrad, Marketing Director ExxonMobil Lubricants Indonesia, mengatakan para bikers diundang ke Mobil Bike Café pertama di dunia itu untuk sekaligus mendaftarkan diri menjadi anggota percobaan secara gratis (trial membership) selama 60 hari.

    "Bagi yang berminat, mereka dapat mengunjungi www.mobilbikecafe.com untuk memperoleh informasi lebih lanjut dan mendaftarkan diri," ucap Pablo dalam siaran pers hari ini, Senin, 31 Agustus 2020.

    Dia menerangkan, para members dapat meningkatkan semangat dengan hidangan kopi dan makanan serta mengembalikan performa sepeda motor ke kondisi puncak dengan oli mesin Mobil kelas dunia.

    Members bisa membeli perlengkapan berkendara yang dirancang secara khusus untuk para biker. Mereka dapat menjadi bagian dari sebuah komunitas yang terdiri dari orang-orang yang memiliki ketertarikan dan minat yang sama serta memperoleh akses terhadap berbagai aktivitas pilihan.

    “Kami mengerti bahwa setiap orang memiliki kesibukan. Kami ingin membantu para bikers memaksimalkan waktu yang mereka luangkan agar sepeda motor mereka memperoleh perawatan terbaik,” kata Pablo Conrad.

    Mobil Bike Café Jakarta menjalankan protokol kesehatan Covid-19 dan keamanan yang ketat bagi pengunjung dan staf selama jam operasi. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.