Hankook Buka Pelatihan tentang Ban Mobil Bagi Pengendara

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ban Hankook. hankooktire.com

    Ban Hankook. hankooktire.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Produsen ban Hankook Tire Indonesia menawarkan program pelatihan bagi pengemudi bus dan truk untuk dapat memaksimalkan pemakaian ban mobil.

    President Director Hankook Tire Sales Indonesia Yoonsoo Shin mengatakan materi yang dapat dipelajari dalam program ini, antara lain dasar-dasar pengetahuan mengenai ban mobil, perawatan ban, pre-check sebelum mengemudi, dan lain-lain.

    “Para pengusaha angkutan truk dan bus yang menjadi pelanggan Hankook Tire dapat mengikutsertakan pengemudi perusahaannya pada program ini, langsung di workshop atau garasi pelanggan fleet,” kata Shin dalam siaran pers hari ini, Senin, 31 Agustus 2020.

    Menurut dia, Hankook Tire dapat membantu pelanggan untuk mendapatkan produk ban yang sesuai melalui layanan pre-sales dan after-sales yang telah tersedia di seluruh jaringan resmi.

    Shin mengungkapkan bahwa kecelakaan bus dan truk hingga saat ini masih kerap terjadi di Indonesia. Salah satu faktor penyebabnya adalah rendahnya kesadaran pengendara terhadap kondisi ban mobil.

    Ban mobil yang "tidak sehat" dapat berakibat fatal karena menurunkan performa berkendara, antara lain menyebabkan kehilangan kendali atau oleng.

    Menurut data Korps Lalu Lintas Kepolisian RI, selama 2 bulan (1 April 2019 hingga 30 Juni 2019) kecelakaan yang melibatkan bus dan truk menyumbang lebih dari 555 kasus.

    Yoonsoo Shin menuturkan bahwa ban mobil, terutama bus dan truk, kerap mengalami overestimate dari pengemudi karena ban terlihat baik-baik saja. Padahal, sebaik apapun kualitas dan teknologi ban, tidak ada ban yang resisten dari kerusakan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.