Covid-19, Mobil Pribadi Jadi Pilihan Ketimbang Angkutan Umum

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arus lalu lintas mulai terlihat padat pada masa transisi di DKI Jakarta, Senin, 15 Juni 2020. Kemacetan terjadi setelah Jakarta menjalankan masa Pembatasan Sosial Berskala Besar fase transisi, di mana sejumlah sektor diijinkan dibuka kembali dengan pembatasan hingga 50 persen.Tempo/Nurdiansah

    Arus lalu lintas mulai terlihat padat pada masa transisi di DKI Jakarta, Senin, 15 Juni 2020. Kemacetan terjadi setelah Jakarta menjalankan masa Pembatasan Sosial Berskala Besar fase transisi, di mana sejumlah sektor diijinkan dibuka kembali dengan pembatasan hingga 50 persen.Tempo/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah studi baru di AS menunjukkan bahwa kehidupan komuter telah berubah secara permanen setelah pandemi Covid-19. Orang memilih menggunakan mobil pribadi daripada angkutan umum.

    Kini, sudah banyak pekerja di AS mulai kembali ke tempat kerja dalam beberapa pekan terakhir.

    “Dulu saya naik bus dan kereta ke mana-mana, tapi sekarang tidak lagi. Saya tidak akan melakukannya," kata Ann Kaminski, pekerja periklanan di Chicago, seperti dilaporkan nbcnews.com akhir pekan lalu.

    Wanita itu memilig mengendarai mobil atau sepeda bahkan berjalan kaki.

    Dia dan suaminya memiliki satu mobil. Jika harus bekerja normal seperti pandemi, mereka berencana membeli kendaraan kedua daripada kembali ke angkutan umum massal yang sebelumnya mereka sukai.

    Menurut survei Cars.com terhadap lebih dari 3.000 pekerja AS, sejumlah besar meninggalkan angkutan umum dan beralih ke kendaraan pribadi untuk menghindari risiko infeksi virus Corona.

    Lebih dari 60 persen responden berencana menukar angkutan umum dengan mobil mereka. Dan hampir seperempat telah membeli mobil dalam enam bulan terakhir, dengan lebih dari setengah dari mereka mengaku karena alasan pandemi.

    “Ada perubahan besar dalam perilaku perjalanan yang kemungkinan akan berdampak lama, setelah kami kembali ke kantor,” kata Matt Schmitz, Asisten Editor Pelaksana Cars.com yang melakukan survei.

    Kendaraan pribadi akan mendominasi perjalanan kerja dan berbagi tumpangan terus berlanjut.

    Menurut Tyson Jominy, seorang analis senior di J.D. Power and Associates, dealer mobil di seluruh negeri melaporkan lebih banyak pembeli yang datang ke ruang pamer karena beralih dari angkutan umum massal.

    Yang tidak kalah pentingnya adalah temuan bahwa lebih dari sepertiga, 35 persen, responden berencana bepergian lebih sedikit dari sebelumnya.

    Dan Strayer, analis di Ascension Technologies di Waterford, Michigan, menyatakan mreka memilih bekerja di rumah kecuali mereka pekerja penting di rumah sakit.

    "Jadi, saya tidak akan mengemudi ke mana pun kecuali saya harus," ucap Strayer menirukan penjelasan responden. 

    Jeff White, seorang salesman untuk sebuah perusahaan pemasok listrik di Peachtree, Georgia, membutuhkan perjalanan pulang-pergi ke kantornya sejauh 50 mil melalui lalu lintas Atlanta yang padat.

    White bekerja di rumah sejak Maret lalu. “Itu bagus. Aku menyukainya.”


    NBCNEWS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Tips Agar Lebih Mudah Bangun Sahur Selama Ramadan

    Salah satu tantangan selama puasa Ramadan adalah bangun dini hari untuk makan sahur.