Masalah Produsen Mobil: Konsumen Masih Pikir-pikir Beli Mobil Baru

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi showroom mobil. Shutterstock

    Ilustrasi showroom mobil. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah pengamat industri di AS khawatir pembelian mobil baru berkurang drastis karena ketidakpastian ekonomi. Apalagi jika pengangguran terus meningkat.

    "Kami melihat penurunan yang lambat dalam harga transaksi dari bulan ke bulan sejak Mei karena produsen perlahan menarik kembali insentif dan tingkat inventaris menyusut untuk model tertentu," kata Eric Lyman, Kepala Analis Industri ALG, seperti dikutip NBC News pada awal Agustus lalu.

    Cynthia Tenhouse, Wakil Presiden Penjualan Toyota AS, mengatakan kepada wartawan bahwa dibutuhkan waktu hingga akhir tahun ini untuk mengembalikan stok kendaraan mendekati level normal.

    Sejumlah produsen mobil lainnya juga berpendapat sama.

    Analis industri berpendapat penjualan mobil baru AS telah pulih tajam sejak mencapai posisi terendah ketika pandemi Covid-19 pertama kali melanda. Tapi angka penjualan mobil baru pada Juli 2020 justru dapat menandakan penurunan lagi akan segera terjadi.

    Sejumlah pabrikan besar, termasuk General Motors dan Ford, sekarang melaporkan penjualan hanya setiap triwulan. Tetapi di antara pembuat mobil yang merilis angka, hasil penjualan untuk Juli jelas beragam.

    Hyundai naik 1 persen dibandingkan Juli 2019, raksasa industri Toyota turun 22 persen untuk periode terakhir.

    “Saat ini kami berada dalam masa yang belum pernah terjadi sebelumnya dan tidak pasti. Konsumen tidak yakin apa yang harus dilakukan,” kata Stephanie Brinley, analis otomotif utama di IHS Automotive.

    Brinley menunjuk pada berbagai faktor, termasuk kehilangan pekerjaan yang terus meningkat, serta penundaan dalam pembaruan program stimulus pandemi oleh pemerintah federal.

    Faktor-faktor lain, kata para ahli industri, termasuk kekurangan persediaan di banyak dealer akibat penutupan jaringan manufaktur otomotif Amerika Utara selama dua bulan dan di luar negeri.

    Tyson Jominy, kepala jaringan PIN J.D. Power, yang melacak pasar, mengatakan seharusnya ada sekitar 3,6 juta kendaraan di banyak showroom AS pada Juli. Angkanya mendekati 2,3 juta.

    Kekurangan ini sangat parah ketika menyangkut pickup besar dan SUV yang membantu menopang pasar AS ketika negara itu pertama kali lockdown pada pertengahan Maret.

    Cynthia Tenhouse dari Toyota memperingatkan bahwa kekurangan beberapa produk mulai memengaruhi penjualan.

    Thomas J. Doll, Presiden dan CEO Subaru of America, sependapat. Subaru mengalami penurunan penjualan mobil baru sebesar 20 persen pada Juli 2020.

    "Mengingat pasokan model utama kami yang rendah, kami sangat senang dengan hasil penjualan kami."

    Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membangun kembali inventaris atau stok mobil baru masih jauh dari pasti.

    Perencana dan analis industri dengan cermat mengurai angka bulan Juli untuk mencoba mengetahui apa yang akan terjadi di industri ini. Salah satu tanda yang mengkhawatirkan adalah penurunan harga transaksi rata-rata atau ATP yang dibayarkan oleh pembeli pada Juli.

    Meskipun ATP naik sekitar 3,3 persen dari tahun sebelumnya, harga telah jatuh selama beberapa bulan setelah mencapai puncak sepanjang masa yakni hampir 40.000 dolar AS pada musim semi.

    NBCNEWS.COM

     

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kasus Harian Covid-19, Hampir Tiap Bulan Rekor

    Pada 29 November 2020, Kasus Harian Covid-19 sebanyak 6.267 merupakan rekor baru dalam penambahan harian kasus akibat virus corona di Indonesia.