Piaggio Indonesia Klarifikasi Soal Kelangkaan Suku Cadang Vespa di Pasaran

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Skuter Vespa S 125 i-Get model terbaru diluncurkan di Indonesia pada Jumat, 288 Agustus 2020. FOTO: PT Piaggio Indonesia

    Skuter Vespa S 125 i-Get model terbaru diluncurkan di Indonesia pada Jumat, 288 Agustus 2020. FOTO: PT Piaggio Indonesia

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Piaggio Indonesia menanggapi keluhan konsumen yang kesulitan mendapatkan spare parts atau onderdil (suku cadang), baik jenis fast moving maupun slow moving.

    Public Relations and Communications Manager PT Piaggio Indonesia, Robby Gozal menerangkan bahwa pihaknya selalu berupaya memenuhi kebutuhan spare parts pelanggan. Namun dalam beberapa kasus, kata dia, dealer memang terkadang kehabisan stok.

    "Kalau spare parts di dealer habis, kami (APM) itu tersedia. Prosesnya dealer pesan kepada kami," ujar Robby saat ditemui di Kawasan Jakarta Selatan, Rabu, 2 September 2020.

    Robby menambahkan, jika item spare parts yang dicari konsumen itu tidak tersedia, baik di dealer maupun di PT Piaggio Indonesia. Maka pihaknya akan menindaklanjuti dengan memesan ke headquarter Piaggio - Vespa (Italia) dan Vietnam.

    "Pengirimannya bisa dibilang cepat, dari Italia paling lambat 2 bulan kalau dari Vietnam bisa lebih cepat lagi. Poinnya sih, konsumen telepon ke customer servis kami, terus mau pesan apa untuk selanjutnya kami arahkan," ujarnya.

    Meski demikian, Robby tak menampik jika ada saja konsumen yang kecewa karena kesulitan mendapatkan spare parts. Kasusnya, kata dia, lebih kepada masalah kesalahpahaman antara konsumen dan pihak dealer.

    "Misalnya konsumen datang, tanya suku cadang, tapi kosong, terus mereka balik dan bilang nanti saya datang lagi. Nah ini agak rumit, sebaiknya langsung pesan atau nitip DP kalau perlu untuk ditindaklanjuti," kata Robby. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.