Penjualan Piaggio Diklaim Membaik, Vespa Sprint dan Primavera Jadi Unggulan

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vespa Sprint 150 i-Get ABS. dok.Vespa

    Vespa Sprint 150 i-Get ABS. dok.Vespa

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Piaggio Indonesia menyatakan mengalami kenaikan penjualan pasca penerapan PSBB Transisi. Vespa seri Sprint, Primavera, dan S menjadi tulang punggung merek Italia tersebut.

    "Secara performa penjualan kita sudah hampir kembali normal. Bahkan pada Juli dan Agustus itu angkanya lebih baik dari tahun lalu,"ujar Public Relations and Communications Manager PT Piaggio Indonesia, Robby Gozal, di Jakarta Selatan, pada Rabu, 2 September 2020.

    Catatan penjualan positif Piaggio Indonesia, kata dia, juga sejatinya berhasil diraih pada Januari dan Februari 2020. Angkanya juga melebihi capaian pada periode yang sama 2019.

    Sejak pandemi Covid-19 mewabah mulai Maret di Indonesia, penjualan perusahaan yang membawahi merek Vespa, Piaggio, Motoguzzi, dan Aprilia itu anjlok.

    Dampak pandemi sangat dirasakan Piaggio.

    "April sampai Mei itu berdampak banget, tapi Juni mulai bagus naik sampai Agustus."

    Robby tidak menyebut detail angka penjualan Piaggio. Dia hanya menyatakan kalau pertumbuhan market share mereka secara persentase tembus dua digit.

    "Backbone kita tetap Vespa Sprint dan Primavera. Kontribusi kedua model itu lebih dari 50 persen. Disusul model S dan LX sekitar 35 persen. Sisanya baru model GTS," tutur Robby.

    Robby menegaskan bahwa jika pemerintah kembali menerapkan PSBB seperti pada April hingga Mei, maka kemungkinan besar penjualan sepeda motor kembali melorot.

    "Pasti semrawut banget. Target tahun ini pasti revisi dan sepertinya angka closing (penjualan) kami akan di bawah capaian tahun lalu," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.