Data: Pengemudi Semakin Banyak Beralih ke Mobil Matik

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil Wuling SUV dipamerkan dalam pameran otomotif GIIAS 2018 di ICE BSD City, Tangerang Selatan, Banten, 4 Agustus. Wuling SUV memiliki fitur <i>electronic stability control</i> (ESC) guna menjaga kestabilan berkendara secara otomatis ketika ada indikasi pengemudi mengalami kehilangan kendali. Ada juga fitur <i>hill hold control</i> (HHC), <i>electric parking brake</i> (EPB), <i>electric sunroof</i>, dan <i>panoramic roof panel</i>. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Mobil Wuling SUV dipamerkan dalam pameran otomotif GIIAS 2018 di ICE BSD City, Tangerang Selatan, Banten, 4 Agustus. Wuling SUV memiliki fitur electronic stability control (ESC) guna menjaga kestabilan berkendara secara otomatis ketika ada indikasi pengemudi mengalami kehilangan kendali. Ada juga fitur hill hold control (HHC), electric parking brake (EPB), electric sunroof, dan panoramic roof panel. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Orang-orang yang sedang belajar mengemudi di Inggris semakin banyak yang beralih ke mobil matik atau otomatis ketimbang manual.

    Angka dari Driver and Vehicle Standards Agency (DVSA) menunjukkan jumlah tes mengemudi menggunakan mobil matic meningkat setiap tahunnya sejak 2012.

    Meski begitu, mayoritas orang masih belajar mengemudi dengan mobil gearbox manual.

    Menurut para ahli, pergeseran ke arah mobil matik akan terus berlanjut.

    "Lebih cepat dan lebih mudah," kata Jess Herbert, 28 tahun, tinggal di Poole, Dorset, seperti dikutip BBC pada akhir Agustus lalu.

    Dia menuturkan telah belajar mengemudi mobil pada usia 18 tahun dengan mobil manual dan sangat sulit.

    "Saya ingat mengulur-ulur waktu, mencoba mengingat untuk mengganti persneling," ucapnya.

    Tiga teman teman Jess juga belajar mengemudi mobil matik pada usia akhir 20-an.

    Data DVSA menunjukkan, pada 2011-2012 terdapat 70.429 tes mengemudi yang dilakukan pada mobil matik di Inggris. Pada 2018-2019, angka itu meningkat menjadi 185.043 atau bertambah 163 persen.

    Mobil dengan transmisi manual, bagaimanapun, tetap menjadi jenis utama yang dipelajari oleh pengemudi mobil. Secara total, lebih dari 1,6 juga tes mengemudi dilakukan dengan menggunakan mobil manual dan matik.

    Sisi negatifnya, pengemudi yang lulus tes dengan mobil manual juga memenuhi syarat untuk mengendarai mobil matik. Sedangkan mereka yang lulus di mobil matik hanya bisa mengendarai mobil transmisi otomatis.

    Enam dari 16 orang instruktur di "YES! School of Motoring" di Dorset, Inggris, sekarang mengajar menggunakan mobil matik.

    “Masalah yang kami hadapi bukanlah minat dari sisi pembelajar, tapi mendapatkan instruktur yang untuk beralih ke mobil otomatis,” ujar Ruediger Preiss, pemilik sekolah mengemudi itu.

    Menurut Stuart Masson, editor situs web keuangan mobil The Car Expert. larangan menjual mobil bensin dan diesel di Inggris diperkirakan berlaku mulai 2035. Mobil listrik semuanya memiliki transmisi otomatis atau mobil matik.

    Itu berarti tak perlu repot mempelajari mengemudi mobil manual. 

    "Kami melihat lebih banyak orang yang berusia lebih dari 17 atau 18 tahun ingin belajar mengemudi dan mereka tidak mau terlalu repot tentang mekanisme mengemudi," kata Masson.

    BBC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Olahraga Pada Puasa Ramadan Saat Pandemi, Dapat Mencegah Infeksi Covid-19

    Olahraga saat puasa dapat memberikan sejumlah manfaat. Latihan fisik dapat mencegah infeksi Covid-19 saat wabah masih berkecamuk di Ramadan 1442 H.