Repotnya Melarang Pelanggan Pakai Ganja di Mobil Rental

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bahaya rokok/ganja. Shutterstock

    Ilustrasi bahaya rokok/ganja. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta -Di Matick Chevrolet, Redford Township, Michigan, AS, tugas terberat perusahaan rental mobil adalah melarang pelanggan mengisap ganja dan rokok lainnya di dalam mobil Rental.

    Kebijakan tersebut melarang merokok dalam bentuk apapun di dalam mobil pinjaman, termasuk merokok tembakau, vaping, serta ganja.

    Kebiasaan mengisap ganja di dalam mobil sewaan sekarang sudah umum dan menjadi masalah besar dalam pelarangannya.

    Petugas Matick Chevrolet mengatakan telah menjelaskan kepada penyewa mobil bahwa mereka tidak boleh merokok ganja di dalam mobil.

    "Pelanggan itu berkata, saya bisa merokok, karena ganja legal," ucap Paul Zimmermann, Direktur Penjualan Matick Automotive, seperti dikutip Detroit Free Press pada edisi Sabtu lalu, 5 September 2020. 

    Zimmermann juga pemilik Matick Toyota di Macomb, Michigan.

    Menurut dia, anak buahnya menanggapi jawaban pelanggan tadi dengan mengatakan, "Ya, begitu juga dengan minum (legal), tetapi Anda tidak bisa minum dan mengemudi."

    Sejak Michigan melegalkan penggunaan ganja untuk rekreasi pada Desember 2018, banyak dealer mobil di Detroit mengatakan bahwa mobil yang mereka beli, servis, dan sewakan semakin berbau busuk menjijikkan akibat penggunaan ganja di dalam mobil.

    Bau ganja tidak keluar dari mobil begitu saja seperti asap rokok. Itu dapat mengubah nilai tukar tambah mobil dan menghancurkan mobil sewaan.

    Banyak dealer mobil di Michigan sekarang meminta pelanggan untuk menandatangani kontrak persetujuan tidak merokok apapun di dalam mobil sewaan. Denda pembersihan mobil bisa mencapai 150 sampai 250 dolar AS (setara Rp 3,7 juta).

    Di Sellers Buick GMC, Farmington Hills, juga di Negara Bagian Michigan, bau bekas asap ganja yang menyebar di mobil juga memjadi masalah.

    Sam Slaughter, pemilik toko Buick GMC dan Sellers Subaru di Macomb, mengatakan kadang-kadang pelanggan datang untuk memperbaiki mobil. Pegawainya bahkan tidak mau masuk mobil itu karena baunya sangat menyengat.

    "Setidaknya dua kali sebulan, mobil bekas yang dibeli dealer akan berbau rokok atau asap ganja," kata Jeff Weissman, manajer pusat rekondisi di Sellers Buick GMC.

    Berbeda dengan yang lain, Jeff Weissman, berpendapat bahwa, “Bagi saya, asap rokok jauh lebih buruk daripada asap ganja. Karena rokok, bisa jadi ada abu di dalam kendaraan dan kaca jendela menguning.”

    Buick GMC memiliki 65 kendaraan yang disewakan. Sedangkan Toko Subaru memiliki 40 toko persewaan.

    Selain menandatangani kontrak yang setuju untuk tidak merokok di dalam mobil, pengguna akan disambut dengan stiker yang menonjol di dasbor setiap mobil yang mengingatkan orang akan peraturan tersebut.

    Stiker tersebut lengkap dengan gambar rumput hijau dicoret dengan garis merah pertanda larangan mengisap ganja di dalam mobil itu.

    DETROIT FREE PRESS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.