Volkswagen Putuskan Kontrak Dealer Mobil Gara-gara Foto Nazi

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • VW Beetle Chop Top 52 yang diboyong langsung dari Jepang oleh bengkel legendaris VW, FLAT-4 di ajang JVWF 2019. Tempo/Pribadi Wicaksono

    VW Beetle Chop Top 52 yang diboyong langsung dari Jepang oleh bengkel legendaris VW, FLAT-4 di ajang JVWF 2019. Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, JakartaProdusen mobil Jerman, Volkswagen, menyatakan putus hubungan secara komersial dengan sebuah distributor mobil di Meksiko.

    Garanya-garanya sederhana, tapi memang mendalam. Dealer tersebut kedapatan memajang foto lama yang cukup bersejarah, yakni mobil VW Beetle, yang di Indonesia disebut VW Kodok.

    Yang menjadi masalah, mobil VW Beetle itu difoto bareng tentara Nazi dan logo swastika. Mungkin untuk menunjukkan sejarah panjang Volkswagen, produsen otomotif Jerman.

    Gambar tersebut dianggap mendeskripsikan "sebuah rezim yang menekankan kebencian dan diskriminasi" dan "benar-benar asing dengan citra perusahaan." Begitu penjelasan Volkswagen yang dikutip dari AFP pada Rabu, 9 September 2020.

    Volkswagen, merek yang cukup berpengaruh di Meksiko, mendapatkan laporan melalui media sosial bahwa ada foto tersebut di sebuah dealer di distrik Coyoacan, Meksiko City, tersebut.

    Kantor pusat Volkswagen pun kemudian mengambil tindakan kepada dealer tersebut.

    Langkah Volkswagen tadi mendapat pujian dari organisasi anti-semitisme Simon Wiesenthal Center Cabang Amerika Latin.

    Organisasi tersebut mengatakan, "(VW) Bereaksi cepat untuk mengenang para korban Nazi."

    Mobil VW Beetle pertama kali dikembangkan oleh Ferdinand Porsche dengan dukungan pemimpin Jerman, Adolf Hitler.

    Pada 1937, Hitler membentuk Volkswagenwerk yang dikelola negara sebagai "Perusahaan Mobil Rakyat."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.