Ini Alasan Mobil Matik Tidak Boleh Didorong Saat Mogok

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mobil dengan transmisi otomatis. (Antara)

    Ilustrasi mobil dengan transmisi otomatis. (Antara)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kendaraan tiba-tiba mogok bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Untuk mobil dengan transmisi manual, salah satu solusinya adalah dengan mendorongnya. Lantas bagaimana dengan mobil bertransmisi otomatis? Bolehkan kita mendorong layaknya mobil bertransmisi manual dengan harapan mesin kembali menyala? 

    "Mobil matik mogok disarankan harus menggunakan towing, dan wajib menggunakan towing, karena kalau dipaksakan untuk didorong akan merusak bagian transmisi," ujar Instruktur Service Training Department PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Aji Prima dalam acara workshop virtual, Selasa, 15 September 2020.

    Aji mengungkapkan towing diharuskan karena tidak adanya pelumasan akibat mesin yang mogok sehingga pompa oli dari transmisi itu terhenti.

    Dia juga mengatakan jika memang harus menggunakan jasa derek, sebaiknya para pemilik kendaraan tersebut mengetahui penggerak dari mobil tersebut apakah terdapat di depan atau di belakang.

    "Jika memang harus menggunakan jasa derek, sebaiknya pemilik harus mengetahui roda penggerak dari mobil itu sendiri. Jadi jangan sampai salah, jika roda penggerak depan, maka roda depan yang harus bergerak dan begitu sebaliknya," kata dia.

    Kendati demikian, Aji mengatakan mendorong mobil matik diperbolehkan jika dalam keadaan darurat, dengan syarat jarak tempuhnya tidak terlalu jauh.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Jalan Terus, Ada Usulan Perihal Pelaksanaan dalam Wabah Covid-19

    Rapat kerja antara DPR, Pemerintah, KPU, Bawaslu dan DKPP menyepakati bahwa Pilkada 2020 berlangsung 9 Desember 2020 dengan sejumlah usulan tambahan.