Lihat Optimisme Agus Gumiwang pada Industri Otomotif pada Semester II Tahun Ini

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kiri) didampingi Presiden Direktur PT Saniharto Enggalhardjo, Harsono Enggalhardjo (kanan) berbincang dengan pekerja saat mengunjungi perusahaan furnitur tersebut di Demak, Jawa Tengah, 9 Juni 2020. Saat melakukan kunjungan kerja ke PT Saniharto Enggalhardjo beberapa waktu lalu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa perusahaan ini telah mendapat kepercayaan luar biasa dari klien internasional yang artinya sudah mampu memenuhi kebutuhan dan selera pasar global serta tetap produktif dan aman dari COVID-19. ANTARA FOTO/AJI STYAWAN

    Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kiri) didampingi Presiden Direktur PT Saniharto Enggalhardjo, Harsono Enggalhardjo (kanan) berbincang dengan pekerja saat mengunjungi perusahaan furnitur tersebut di Demak, Jawa Tengah, 9 Juni 2020. Saat melakukan kunjungan kerja ke PT Saniharto Enggalhardjo beberapa waktu lalu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa perusahaan ini telah mendapat kepercayaan luar biasa dari klien internasional yang artinya sudah mampu memenuhi kebutuhan dan selera pasar global serta tetap produktif dan aman dari COVID-19. ANTARA FOTO/AJI STYAWAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita optimistis laju industri otomotif bakal melesat pada semester II tahun ini meski tersambar pandemi Covid-19.

    "Kalau periode sebelumnya terjadi perlambatan karena dampak dari pandemi Covid-19," kata Menteri Agus Gumiwang Kartasasmita lewat keterangan resmi di Jakarta hari ini, Kamis, 17 September 2020.

    Dikutip Antara, dia menyebutkan bahwa berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil dalam tiga bulan terakhir menunjukkan tren meningkat seteklah terpukul Covid-19 sejak Maret 2020.

    "Penjualan mobil secara ritel atau dari dealer ke konsumen pada Agustus sebanyak 37 ribuan unit. Jumlah itu naik dibandingkan Juli sebesar 35.799 unit," tutur Agus Gumiwang.

    Sementara itu, penjualan wholesales atau dari agen pemegang merek (APM) ke dealer pada Agustus 2020 tercatat 37.277 unit.

    Angka tersebut naik 47 persen dibandingkan Juli 2020 yang 25.283 unit.

    "Sudah ada rebound pemulihan, pasar kembali spending uangnya untuk beli mobil dan motor."

    Menurut Menteri Agus Gumiwang, pandemi Covid-19 menyebabkan ketidakstabilan pada ekonomi Indonesia baik dari sisi permintaan atau penjualan. Dampaknya mengenai beberapa sektor manufaktur, termasuk industri otomotif.

    "Padahal industri otomotif salah satu sektor terpenting untuk perekonomian nasional," ujarnya.

    Dia menerangkan bahwa industri otomotif selama ini memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional, baik dari capaian nilai investasi maupun ekspor.

    Industri otomotif mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang sangat besar.

    "Lebih dari 1 juta orang dan merupakan salah satu sektor prioritas dalam agenda nasional pada peta jalan Making Indonesia 4.0," kata Agus Gumiwang.

    Dia juga melihat peluang pengembangan industri otomotif di Tanah Air cukup besar. Rasio kepemilikan kendaraan bermotor Indonesia masih lebih rendah, yakni sekitar 87 unit per 1.000 orang.

    Adapun di Malaysia rasionya 450 unit per 1.000 orang, dan Thailand 220 unit per 1.000 orang.

    Meski begitu, menurut Menteri Agus, Indonesia adalah pasar terbesar otomotif di Asia. Pada 2019, lebih dari 1 juta kendaraan dijual di dalam negeri dan 300.000 diekspor ke seluruh dunia.

    "Kami telah mengusulkan pemberian stimulus fiskal, nonfiskal, dan moneter untuk pelaku industri otomotif di dalam negeri supaya lebih bergairah menjalankan usahanya," ujar Agus.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.