Elon Musk Tesla Selesaikan Terowongan Mobil Swakemudi di Bawah Las Vegas

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sistem autopilot yang disiapkan Tesla untuk mobil otonomnya. Sumber: carscoops.com

    Sistem autopilot yang disiapkan Tesla untuk mobil otonomnya. Sumber: carscoops.com

    TEMPO.CO, JakartaCEO Tesla Elon Musk telah menjadi pendukung garis keras mobil self-driving swakemudi (otonom) yang diklaim lebih aman daripada kendaraan konvensional yang dikendalikan manusia.

    Elon Musk pernah mengumumkan membuat jalur mobil swakemudi di bawah tanah di Las Vegas yang digarap Perusahaan Borong miliknya untuk mengurangi waktu perjalanan secara signifikan.

    Proyek jalan terowongan mobil swakemudi itu disebutnya 'warp drive.'

    Selasa lalu, 15 September, via Twitter dia mengumumkan bahwa proyek terowongan mobil listrik di bawah Las Vegas hampir selesai.

    “Terowongan di bawah kota dengan mobil listrik self-driving akan terasa seperti warp drive. Terowongan operasional pertama di bawah Vegas hampir selesai,” tulisnya.

    Sebagian follower Elon Musk percaya bahwa transportasi jalan terowongan bisa menyelesaikan sebagian besar kesengsaraan lalu lintas yang dihadapi kota-kota global saat ini.

    The Strip di Las Vegas, misalnya, membutuhkan solusi transportasi karena tingginya volume wisatawan yang ditanganinya.

    Perusahaan Boring milik Musk menawar proyek itu senilai 52,5 juta dolar AS (sekitar Rp 768,8 miliar) untuk membangun sistem transportasi terowongan (loop LVCC).

    Proyek ini dimulai pada Oktober 2019 dan sekarang hampir selesai.

    Terowongan kembar sepanjang 0,83 mil (1,33 kilometer) dengan lebar 14 kaki tersebut akan mempersingkat waktu perjalanan dari 15 menit menjadi hanya kurang dari 1 menit.

    Musk sebelumnya mengkonfirmasi bahwa loop akan menggunakan mobil swakemudi sedan listrik yang dimodifikasi untuk rel dan mampu membawa orang dengan kecepatan hingga 150 mil/jam (241 km/jam).

    Perusahaan Boring Elon Musk dilaporkan mengincar lebih banyak proyek semacam itu di berbagai kota besar.

    HINDUSTAN TIMES


     



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.