Lincoln Tinggalkan Truk Pickup, Fokus Crossover dan SUV

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ford F-150 , 25 Juni 2020. Ford Motor Co/Handout via REUTERS.

    Ford F-150 , 25 Juni 2020. Ford Motor Co/Handout via REUTERS.

    TEMPO.CO, JakartaSiapa pun yang berharap muncul Lincoln pickup Blackwood atau LT akan kecewa.

    Dalam sebuah wawancara dengan Ford Authority, VP Ford dan Presiden wilayah Amerika Utara Kumar Galhotra mengatakan bahwa Ford tidak ada rencana memproduksi Lincoln pickup.

    Ford Lincoln akan tetap fokus pada mobil model SUV dan crossover yang dianggap berjalan dengan baik. 

    Seperti ditulis Motor1, pada awal 2000 Ford memang mencoba membawa truk pickup ke pasar mewah, kemudian mengganti nama Ford F-150 dengan nama baru dan logo Lincoln.

    Upaya pertama Ford atas Lincoln Blackwood berlangsung selama satu tahun di AS yakni 200. Sedangkan Meksiko menikmati selama dua tahun.

    Penjualan truk pickup Lincoln tak berhasil sebab kurangnya fitur dan masalah desain yang buruk.

    Beberapa tahun kemudian, Lincoln kembali melakukannya dengan mengeluarkan LT pada 2005 hingga 2008. Model ini berlanjut di Meksiko hingga dihentikan pada 2014.

    Sejak saat itu, tidak ada petunjuk Lincoln akan mencoba lagi memproduksi pickup. Apalagi Ford dapat mencapai posisi mobil mewah.

    Harga truk pickup F-150 2021 dapat mencapai lebih dari 70.000 dolar (Rp 1,03 miliar) untuk rim atas dan pembeli mencentang semua kotak opsi.

    Lincoln telah memperbarui penekanannya pada crossover dan SUV, yang membantu produsen mobil itu meningkatkan penjualan. Pada 2019, penjualan naik 8,32 persen dengan menjual lebih dari 112.000 kendaraan.

    Menurut CarSalesBase.com, ada kabar pada Juni produksi Ford Edge Lincoln Nautilus dibatalkan.

    MOTOR1


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.