Didera Pandemi Covid-19, Luhut Pandjaitan: Penjualan Motor Naik 11 Persen

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi (tengah) mencoba sepeda motor Royal Enfield saat mengunjungi Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2018 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu, 3 November 2018. Presiden mengunjungi IMOS 2018 untuk melihat perkembangan kemajuan industri sepeda motor di Indonesia. ANTARA

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi (tengah) mencoba sepeda motor Royal Enfield saat mengunjungi Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2018 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu, 3 November 2018. Presiden mengunjungi IMOS 2018 untuk melihat perkembangan kemajuan industri sepeda motor di Indonesia. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan kinerja perekonomian Indonesia mulai pulih. Indikatornya antara lain peningkatan penjualan motor dan semen.

    "Agustus 2020 penjualan motor sudah mulai tumbuh, tapi baru 11 persen atau sekitar 37 ribu unit," ujarnya dalam kuliah umum Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia yang ditayangkan di akun youtube FEB UI pada Jumat malam, 18 September 2020.

    Luhut membandingkannya dengan penjualan motor sepanjang 2019, yakni rata-rata 85 ribu unit per bulan.

    "Masih jauh di bawah 2019."

    Mengenai penjualan semen, dia melanjutkan, kini sudah mencapai 94 persen dari level penjualan bulanan 2019. Pada 2019, rata-rata penjualan semen per bulan 5,8 juta per bulan. Sedangkan pada Agustus 2020, penjualan semen 5,4 juta.

    Menurut Luhut, data perkembangan ekonomi ini tidak menunjukkan bahwa pemerintah mendahulukan ekonomi ketimbang kesehatan.

    Dia menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan pemerintah semi alias proporsional antara ekonomi dan kesehatan menanggulangi Covid-19.

    "Terlalu keras Covid-19 kita kontrol, ya matilah ekonomi," kata dia.

    Sebaliknya jika terlalu terbuka maka ekonomi bisa naik, tapi matilah manusia.

    Dalam kuliah umum yang dihadiri para akademisi UI tersebut Luhut mengatan saat ini hingga beberapa bulan ke depan adalah critical time.

    "Desember 2020, Indonesia diharapkan bisa mendapatkan 40 juta vaksin Covid-19. Yang sudah secure (aman stok vaksin) 30 juta," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Kasus Rangga, Bocah Yang Cegah Ibu Diperkosa

    Pada Kamis, 15 Oktober 2020, tagar #selamatjalanrangga trending di Facebook dan Twitter.