Trevor Milton Tinggalkan Nikola Gara-gara Dokumen Hindenburg

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Trevor Milton, mantan Executive Chairman Nikola. Dia mengundurkan diri dari perusahaan startup produsen truk hidrogen listrik Amerika Serikat itu pada Senin, 21 September 2020. FOTO: Bloomberg.com

    Trevor Milton, mantan Executive Chairman Nikola. Dia mengundurkan diri dari perusahaan startup produsen truk hidrogen listrik Amerika Serikat itu pada Senin, 21 September 2020. FOTO: Bloomberg.com

    TEMPO.CO, JakartaTrevor Milton, pendiri dan Chairman Executive perusahaan rintisan truk hidrogen-listrik Nikola, pada Senin lalu mengumumkan pengunduran dirinya.

    Pengunduran diri Milton terjadi hampir dua minggu setelah laporan mengejutkan dari firma analisis keuanganHindenburg yang menuduh Nikola melakukan "penipuan yang rumit."

    Data ini muncul di tengah kerjasama Nikola dengan General Motors (GM) dalam produksi truk hidrogen listrik. Hindenburg juga short-seller Nikola dalam jual-beli saham. 

    Bersamaan dengan pengumuman perusahaan itu, Milton merilis surat pribadi yang menyatakan "pengalaman luar biasa" saat membangun Nikola. 

    "Kami (Nikola) harus tetap memperhatikan target dan mewujudkannya tanpa gangguan," tulisnya.

    Milton pun menyatakan bahwa CEO Nikola, Mark Russell, telah lama menjadi penerus yang dipilihnya sendiri. Menurut dia, perusahaan berada di tangan yang tepat.

    Milton pun menyerahkan 166 juta dolar AS dalam bentuk saham dan tambahan 20 juta dolar untuk biaya konsultasi.

    Ditulis cnet.com, pengganti Trevor Milton sebagai Chairman Nikola, Stephen Girsky, pernah menjabat Vice Executive General Motors.

    Russell dan Girsky mengatakan dalam pernyataan mereka bahwa akan bekerja sama untuk melaksanakan tujuan perusahaan "untuk menjadi penyedia solusi transportasi tanpa emisi yang terintegrasi secara vertikal."

    Saham Nikola turun 28 persen dalam perdagangan pra-pasar setelah berita pengunduran diri Milton pada Senin pagi lalu. Ujungnya menjadi kerugian 19 persen.

    Menurut data Hindenburg, truk The One tidak pernah menyimpan powertrain seperti yang dijanjikan Nikola. laporan tersebut menuduh Nikola tidak pernah memiliki sesuatu yang berharga.

    Sejak laporan itu diterbitkan, Nikola mengumumkan bahwa mereka telah mendekati

    Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) membenarkan Nikola sedang diselidiki. Departemen Kehakiman AS juga telah mulai menyelidiki startup tersebut.

    Hanya sehari sebelum Hindenburg menerbitkan laporannya, GM mengumumkan penundana kesepakatan merekayasa dan membangun truk pickup Nikola Badger.

    "Kami mengakui kepergian Trevor Milton dari Nikola dan keputusan Dewan Nikola untuk bergerak maju. Kami akan bekerja sama dengan Nikola untuk menutup transaksi yang kami umumkan hampir dua minggu lalu," kata manajemen GM.

    CNET.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.