Pabrik Baru Sepeda Lipat Kreuz di Bandung Serap 30 Pekerja

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan memasang rangka (frameset) sepeda lipat Kreuz di Bandung, Jawa Barat, Senin, 29 Juni 2020. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    Karyawan memasang rangka (frameset) sepeda lipat Kreuz di Bandung, Jawa Barat, Senin, 29 Juni 2020. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, JakartaProdusen sepeda lipat Kreuz berencana membangun pabrik perakitan baru di Bandung. Pabrik ini dibangun untuk mempercepat perakitan 500 unit sepeda lipat Kreuz yang sudah dipesan. Kreuz, yang didirikan oleh Yudi Yudiantara dan Jujun Junaedi, belakangan juga menerima 600 unit pesanan lainnya yang masuk dalam daftar tunggu.

    Pabrik baru ini akan didirikan di daerah Bandung Utara, arah ke Lembang. “Luasnya lumayan, bisa menampung 30 pekerja,” kata Yudi kepada Tempo beberapa waktu lalu.

    Saat ini Yudi mengklaim baru bisa memproduksi sebanyak 15 unit sepeda lipat Kreuz dalam sebulan dengan sepuluh pekerja. Dengan pendirian pabrik baru dan tambahan tenaga kerja, ia menargetkan pesanan 500 unit sepeda lipat Kreuz bisa diselesaikan akhir tahun ini.

    Kreuz yang dirintis akhir 2019, purwarupanya selesai pada Januari 2020. Mereka menguji sepedanya lewat perjalanan dari Bandung ke berbagai kota di Jawa Tengah seperti Solo, Purwokerto, hingga Surabaya.

    Sepeda lipat tiga Kreuz menggunakan bahan chromoly atau campuran bahan chromium dan molybdenum untuk kerangkanya atau frame. Bahan itu dinilai sesuai untuk karakter sepeda karena punya kelenturan dan kuat menahan beban. Yudi mengklaim bahan itu sama seperti yang digunakan pada frame sepeda buatan Inggris, Brompton.

    Kreuz mematok harga per unit sepedanya sekitar Rp 10 juta hingga Rp 13 juta. “Kandungan lokalnya sekitar 70-an persen,” kaya Yudi.

    Komponen sepeda lipat Kreuz antara lain berasal dari buatan lima usaha kecil dan menengah di daerah Jalan Kiaracondong, Bandung, kemudian Padalarang, dan pemasok dari Surabaya. “Termasuk pengecatan juga sama vendor,” ujar dia Yudi. Total ada sekitar 30-an bagian sepeda Kreuz yang dirakit.

    Adapun bahan impor yang dipakai seperti internal gear dan pedal. Menurut Yudi pengayuh sepeda rencananya akan dibuat sendiri. “Kreuz ingin punya manfaat buat orang banyak,” tutur dia.

    Kreuz, kata Yudi, memakai internal gear 5 speed. Panjang wheelbase 105 sentimeter. Bobot Kreuz sekitar 12 kilogram. Adapun ban memakai ukuran 16, 349 inci. Panjang seat post 58 sentimeter. “Jadi orang dengan tinggi 180 sentimeter bisa dengan memainkan handle bar,” ujarnya.

    Sepeda lipat Kreuz dirintis sejak 2019 lalu. Sepeda ini menjadi viral setelah digunakan oleh Presiden RI Joko Widodo pada Agustus lalu. 



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Kasus Rangga, Bocah Yang Cegah Ibu Diperkosa

    Pada Kamis, 15 Oktober 2020, tagar #selamatjalanrangga trending di Facebook dan Twitter.