2.000 Mobil Listrik Volkswagen ID.4 Pertama Ludes Dalam Sehari di AS

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil listrik Volkswagen ID.4 2021 yang diluncurkan secara global pada 23 September 2021. Dalam sehari 2.000 unit edisi pertama ludes terjual di AS. FOTO: Insideevs.com

    Mobil listrik Volkswagen ID.4 2021 yang diluncurkan secara global pada 23 September 2021. Dalam sehari 2.000 unit edisi pertama ludes terjual di AS. FOTO: Insideevs.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemesanan mobil listrik Volkswagen ID.4 untuk AS diluncurkan pada peluncuran perdana global pada Rabu lalu. Tapi 2.000 unit mobil edisi pertama yang terbatas itu sudah terjual habis esok harinya, Kamis, 24 September 2020.

    Situs resmi Volkswagen memunculkan dua opsi mobil listrik Volkswagen ID.4 pada edisi perdana, yakni Edisi Pertama ID.4  2021 yang dijadwalkan siap pada kuartal I, sedangkan Volkswagen ID.4 Pro 2021 yang akan sampai ke pelanggan pada pertengahan 2021.

    Mobil edisi pertama dijual 43.995 dolar, sedangkan Pro 339.995 dolar.

    Mobil edisi pertama langsung ludes sehingga sehingga pelanggan yang tertarik dengan mobil listrik ID.4 "terpaksa" memilih versi Pro.

    Menurut informasi yang diperoleh Insideevs, hanya sekitar 2.000 unit Volkswagen ID.4 edisi pertama untuk pasar AS. Penjualannya menunjukkan potensi permintaan yang kuat juga untuk versi reguler.

    Seluruh mobil listrik VW ID.4 di AS saat ini diimpor dari Jerman, hasil produksi pabrik di Zwickau. Tapi pada 2022, Volkswagen akan memproduksinya di AS sekaligus menawarkan versi lain.

    Sulit memperkirakan berapa banyak Volkswagen ID.4 akan terjual pada 2022. Namun diharapkan produk ini salah satu produk mobil listrik yang laris di AS selain Tesla.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.