Inilah Deretan Mobil Nissan Masa Depan di Beijing Auto Show 2020

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil konsep Nissan Ariya di Tokyo Motor Show, 23 Oktober 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Mobil konsep Nissan Ariya di Tokyo Motor Show, 23 Oktober 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, JakartaNissan Motors memamerkan sejumlah produk terbarunya dalam pameran otomotif internasional Beijing Auto Show atau Auto China 2020.

    Selain debut All-new Ariya crossover EV, pabrikan Jepang itu memunculkan mobil Nissan masa depannya, terutama untuk pasar Cina.

    "Pelanggan Cina berkembang pesat dan memiliki antusiasme yang besar serta penerimaan terhadap teknologi otomotif canggih," kata CEO Nissan Makoto Uchida.

    Nissan berencana meluncurkan tujuh model baru di Cina pada 2022.

    Perusahaan menyadari konsumen Cina menuntut lebih banyak dari produk dan teknologi setiap hari. Maka Nissan siap memenuhi bahkan melampaui tuntutan ini dengan merevitalisasi portofolio produknya.

    Nissan menjanjikan sembilan model untuk pasar Cina yang akan dilengkapi dengan powertrains berlistrik (EV atau e-POWER) pada 2025.

    Nissan tahu pengemudi di Cina mencari opsi mobil listrik yang andal dan menarik. Dengan penjualan Ariya di Cina pada 2021, Nissan meluncurkan era baru mobil listrik dan teknologi mobilitas yang tidak ada kompromi antara jangkauan dan performa.

    Nissan All-new Ariya crossover EV memulai debutnya di Cina pada Beijing Auto Show, Sabtu lalu, 26 September 2020.

    Nissan Ariya adalah perpaduan dua kekuatan Nissan, yakni mobil listrik atau electric vehicle (EV) dan SUV crossover.

    Nissan Ariya dijadwalkan mulai dijual di Cina pada 2021. Bersama dengan model Nissan e-POWER, Nissan Ariya EV akan menghadirkan era baru elektrifikasi Nissan di pasar Cina.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.