Lelang Mercedes-Benz 300 SL 1957 Laku Rp 17,2 Miliar

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mercedes-Benz 300 SL 1957. (bringatailor.com/carscoops)

    Mercedes-Benz 300 SL 1957. (bringatailor.com/carscoops)

    TEMPO.CO, Jakarta - Masih ingat Mercedes-Benz 300 SL 1957 yang masuk lelang di Bring A Trailer pekan lalu? Nah, hasil akhir dari lelang tersebut mengabarkan mobil langka itu terjual senilai US$ 1,152 juta atau setara Rp 17,2 miliar (kurs saat ini US$ 1 = Rp 14.935). 

    Tidak jarang kendaraan semahal dan langka seperti 300 SL masuk ke situs lelang online populer, seperti biasanya mereka dijual oleh rumah lelang ternama seperti RM Sotheby, Gooding & Company, dan Mecum. Alasan penjualan untuk memasukkan mobil langka seperti 300 SL adalah untuk menarik minat pembeli dengan harga tinggi, seperti 300 SL yang dilelang di Bring A Trailer. 

    Mengacu pada situs Glen March yang mencantumkan hasil lelang terbaru untuk model Mercedes-Benz 300 SL Gullwing, terungkap bahwa harga jualnya adalah US$ 1,152 juta. Angka ini setara dengan beberapa jenis 300 SL yang pernah dilelang sebelumnya.

    Mercedes-Benz 300 SL 1957. (bringatailor.com/carscoops)

    Pada bulan Januari, sebuah 300 SL dilelang oleh RM Sotheby  dengan US$ 1,27 juta. Tahun lalu, beberapa model 300 SL Gullwing lainnya dijual dengan harga antara US$ 1 juta hingga US$ 1,5 juta, tergantung pada kondisi dan berapa jarak tempuh yang terekam pada odometer. 

    Dikutip dari carscoops.com, 300 SL Gullwing yang dilelang ini keluar dari pabrik pada 22 Februari 1957. Kemudian dikirim ke pembeli pertama di Belgia sebulan berikutnya dan dimiliki hingga 1981. 

    Selanjutnya, 300 SL berkelir biru telor asin (Blaugrau) ini kemudian menghabiskan 22 tahun di Inggris. Pemilik sebelumnya kemudian mengakusisinya kembali pada tahun 2003 dan mengimpornya ke Vancouver, Kanada, pada tahun 2006.

    Dalam daftar lelang Bring A Trailer mengungkapkan bahwa antara 2014 dan 2016, mobil tersebut tinggal di Inggris dan menjalani restorasi menyeluruh. Selama restorasi ini, mobil dikembalikan ke warna aslinya Blaugrau.

    Mercedes-Benz 300 SL 1957. (bringatailor.com/carscoops)

    Bagian kaki-kaki, terutama velg dikembalikan seperti ketika baru keluar dari pabrik dengan velg 15 inci dicat dengan warna yang sama dengan bodi.

    Bagian interior juga tak luput dari restorasi dengan mengembalikannya seperti semula, termasuk melapisi kursi dengan kain kotak-kotak biru/abu-abu. Balutan kain bergaya klasik ini dipermanis dengan lapisan kulit berwarna biru tua di bagian dashboard, sandaran kursi, panel pintu, pilar jendela, dan konsol tengah.

    Mesin enam silinder 3,0 liter standar 300 SL dibangun kembali. Mesin ini dihubungkan ke transmisi manual empat kecepatan dan diferensial belakang dengan rasio standar 3,64: 1. 

    Pada saat pengumuman lelang 18 September 2020, Mercedes-Benz 300 SL tersebut telah menarik tawaran tertinggi US$ 1 juta (Rp 14,9 miliar). 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.