Tesla Akuisisi Perusahaan Perakit Baterai di Jerman

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stasiun pengisian daya mobil listrik Tesla. REUTERS

    Stasiun pengisian daya mobil listrik Tesla. REUTERS

    TEMPO.CO, JakartaTesla telah setuju untuk mengakuisisi ATW Automation, pemasok yang merakit modul baterai dan paket untuk industri otomotif di Jerman, demikian Reuters melaporkan, Jumat, 2 Oktober 2020.

    ATW merupakan anak perusahaan ATS Automation Tooling Systems Inc yang bermarkas di Kanada. Media Jerman pada September lalu melaporkan bahwa perusahaan ini berada di ambang likuidasi karena penurunan pesanan.

    ATS pada 25 September mengumumkan bahwa aset dan karyawan tertentu di salah satu unitnya yang berbasis di Jerman akan dijual dan ditransfer ke pihak ketiga, tanpa mengungkapkan nama perusahaan.

    ATS dan ATW pada hari Jumat tidak segera menanggapi permintaan komentar.

    Outlet Jerman TheEuropean dan WirtschaftsKurier pertama kali melaporkan akuisisi tersebut.

    Menurut situs web ATS, ATW saat ini memiliki sekitar 120 karyawan dan telah menyelesaikan lebih dari 20 lini produksi baterai untuk produsen mobil global. 

    Tesla berencana untuk meningkatkan produksi baterai kendaraan listrik secara signifikan di tahun-tahun mendatang. Tesla dalam kegiatan Battery Day beberapa waktu lalu mempresentasikan inovasi pengembangan baterai kendaraan listrik yang lebih efisien untuk mengurangi harga jual baterai dalam tiga tahun ke depan. 

    Perusahaan saat ini sedang membangun fasilitas manufaktur kendaraan ketiganya di dekat Berlin, Jerman, yang juga mencakup pabrik baterai. Tesla juga segera memulai pembangunan pabrik kendaraan baru di Texas tahun ini. 

    Jajaran mobil listrik masa depan Tesla yang direncanakan untuk diproduksi di pabrik itu antara lain pikap Tesla Cybertruck dan Tesla Semi, yang membutuhkan kapasitas baterai lebih tinggi.

    Tesla pada hari Jumat, 2 Oktober 2002, mengatakan telah mengirimkan 139.300 kendaraan secara global pada kuartal ketiga. Perusahaan menargetkan untuk mengirimkan setengah juta kendaraan pada akhir tahun ini.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.