Honda Hengkang dari F1, Ini Prestasinya Bersama Red Bull Racing

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, JakartaHonda akan meninggalkan balap Formula 1 di akhir musim 2021. Artinya, Honda juga akan berpisah dengan tim F1 Red Bull Racing dan Alpha Tauri yang saat ini menggunakan mesin buatan pabrikan asal Jepang itu.

    Honda mengawali kerja sama dengan Red Bull Racing pada musim balap 2019. Sebelumnya, mesin mereka digunakan tim sateli Red Bull Racing, Toro Rosso di musim 2018.

    Pengumuman kerja sama dilakukan sebelum Grand Prix Prancing pada musim 2018. Mesin Honda menggantikan Renault yang sudah bekerja sama dengan Red Bull Racing sejak 2007 hingga 2018, khusus tahun 2016-2018 mesin Renault dilabeli TAG Heur.

    Selanjutnya, mesin Honda mulai dipakai tim Red Bull dan Toro Rosso (sekarang menjadi Alpha Tauri), dengan durasi kontrak selama dua tahun hingga 2020 dan diperpanjang hingga musim balap 2021.

    Selebrasi tim Red Bull saat Max Verstappen menjadi yang pertama mencapai garis finis dalam F1 GP Jerman di Hockenheimring, Hockenheim, Jerman, Ahad, 28 Juli 2019. REUTERS/Kai Pfaffenbach

    Meski hanya sebentar, prestasi Honda di balap F1 modern cukup lumayan. Ia bisa menjadi rival berat bagi Mercedes-Benz yang mendominasi balap jet darat dalam 10 tahun terakhir. Bahkan, Honda mampu tampil lebih baik dibanding tim superior seperti Ferrari.

    Pada musim 2019, Red Bull dengan mesin Honda RA619H 1.6 V6 T berhasil menempati tempat ketiga kontruktor dengan 417 poin. Bersaing ketat dengan Mercedes-Benz dan Ferrari. Musim 2020, Max Verstappen menyumbang 7 podium dari 10 balapan yang sudah digelar. Satu di antaranya merupakan juara di GP Inggris.

    Sedangkan Pierre Gasly menyumbang 1 kemenangan bersejarah bagi tim satelit Red Bull Racing itu saat tampil di Monza, Italia. Musim 2020 sekaligus menjadi musim terkuat bagi Honda di ajang balap F1 modern, yang menempatkannya di peringkat kedua klasmen konstruktur sementara di bawah Mercedes-Benz.

    Pembalap AlphaTauri Pierre Gasly memacu mobilnya disusul oleh pembalap McLaren Carlos Sainz Jr. dalam balapan F1 GP Italia di Autodromo Nazionale Monza, Monza, Italia, 6 September 2020. REUTERS/Matteo Bazzi

    Hingga saat ini, total Honda sudah mengumpulkan 5 gelar juara dan 15 podium bersama Red Bull Racing dan Toro Rosso/Alpha Tauri.

    Kepala Eksekutif Honda, Takahiro Hachigo, mengungkapkan keputusan perusahaan tidak berniat untuk kembali ke balap F1 dibuat pada akhir September 2020. "Ini bukan akibat pandemi virus corona, tetapi karena tujuan bebas karbon jangka panjang kami," kata Hachigo dalam keterangan resminya.

    Bos tim Red Bull Racing, Christian Horner, mengapresiasi langkah yang dibuat Honda. Meski demikian, Horner mengaku cukup senang bekerja sama dengan Honda. Horner senang karena dari kerja sama yang cukup singkat mampu membuktikan bahwa mesin Honda cukup kompetitif di level atas balap mobil paling bergengsi di dunia ini.

    "Pergeseran fokus dalam industri otomotif telah menyebabkan keputusan Honda untuk mengerahkan kembali sumber daya mereka dan kami memahami serta menghormati alasan mereka,” kata Horner. 

    "Fokus bersama kami untuk sisa musim 2020 dan 2021 tidak berubah, untuk memperjuangkan kemenangan dan tantangan untuk kejuaraan."

    Honda kembali ke F1 pada 2015 dan menghabiskan tiga tahun yang sulit bersama McLaren, dengan mesin dan mobil tidak berada pada level kompetitif. Saking tidak kompetitifnya, pembalap senior Fernando Alonso bahkan ketika itu membandingkan mesin Honda dengan mesin mobil balap GP2.

    FORMULA 1 | CRASH
    .



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Kasus Rangga, Bocah Yang Cegah Ibu Diperkosa

    Pada Kamis, 15 Oktober 2020, tagar #selamatjalanrangga trending di Facebook dan Twitter.