Bikin Baterai Mobil Listrik, Tesla Akuisisi Perusahaan Jerman

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pengunjung mengamati sebuah mobil listrik Tesla Model 3 dalam ajang Canadian International Autoshow 2020 di Toronto, Kanada, 18 Februari 2020. REUTERS/Chris Helgren

    Para pengunjung mengamati sebuah mobil listrik Tesla Model 3 dalam ajang Canadian International Autoshow 2020 di Toronto, Kanada, 18 Februari 2020. REUTERS/Chris Helgren

    TEMPO.CO, Jakarta - Tesla Inc telah setuju untuk mengakuisisi perusahaan Jerman, ATW Automation, pemasok yang merakit modul dan paket baterai mobil listrik.

    Tesla berencana meningkatkan produksi baterai mobil listrik secara signifikan di tahun-tahun mendatang. Baru-baru ini, Tesla mempresentasikan inovasi yang diklaim akan secara tajam mengurangi biaya paket baterai dalam tiga tahun ke depan.

    Menurut laporan Reuters pada Sabtu, 3 Oktober 2020, ATW adalah anak perusahaan dari Automation Tooling Systems Inc Canada (ATS). Perusahaan ini di ambang likuidasi karena penurunan pesanan.

    ATS, pada 25 September 2020, mengumumkan bahwa aset dan karyawan di salah satu unitnya di Jerman akan dijual dan ditransfer ke pihak ketiga. Tapi ATS tak mengungkapkan nama perusahaan yang dimaksud.

    ATS dan ATW juga belum menanggapi permintaan komentar soal itu.

    Situs ATS menyebutkan ATW, yang berbasis di Jerman barat, memiliki sekitar 120 karyawan dan telah menyelesaikan lebih dari 20 lini produksi baterai mobil listrik untuk produsen mobil internasional.

    Tesla sedang membangun fasilitas manufaktur kendaraan ketiganya di dekat Berlin, Jerman. Fasilitas ini juga mencakup pabrik baterai mobil listrik Sedangkan pabrik baru mobil Tesla akan mulai dibangun tahun ini di Texas, AS.

    Jajaran kendaraan masa depan mobilTesla yang akan dibuat di Texas mencakup Cybertruck, yang membutuhkan kapasitas baterai lebih tinggi.

    Tesla sebelumnya mengatakan telah mengirimkan 139.300 mobil secara global pada kuartal III tahun ini. Perusahaan menargetkan dapat mengirimkan setengah juta kendaraan hingga akhir 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.