Penjualan Mobil di Asean Anjlok 38,4 Persen, Lihat Ranking Indonesia

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil listrik Mitsubishi Outlander PHEV yang diluncurkan pada 2019. FOTO: PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI)

    Mobil listrik Mitsubishi Outlander PHEV yang diluncurkan pada 2019. FOTO: PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI)

    TEMPO.CO, JakartaPenjualan mobil di kawasan Asia Tenggara atau Asean enjlok 38,4 persen pada Januari-Agustus 2020 dibandingkan dengan periode yang sama 2019. Kondisi ini akibat pandemi Covid-19.

    Data tersebut mengacu pada data Asean Automotive Federation yang dimunculkan hari ini, Selasa, 6 Oktober 2020.

    Berdasarkan data itu, pada saat hampir seluruh negara di Asean mengalami penurunan penjualan mobil, Myanmar mencetak kenaikan penjualan mobil dari 12.475 unit menjadi 14.033 unit pada 2020, Ini berarti kenaikannya mencapai 12,5 persen.

    Hampir sama dengan Myanmar, Brunei berhasil menaikkan penjualan 9,3 persen dari 7.931 unit menjadi 8.670 unit.

    Adapun Indonesia mengalami penurunan 51,1 persen dari 661.919 unit pada 2019 menjadi 323.507 unit pada 2020.

    Meski begitu Indonesia berada di posisi kedua dalam urutan penjualan terbanyak. Posisi pertama dipegang Thailand dengan 456.858 unit pada Januari-Agustus 2020, tapi turun 33,4 persen dari tahun lalu yang sebanyak 685.652 unit.

    Jika dilihat dari data, lemahnya penjualan mobil terdapat pada bulan Maret-Mei ketika pandemi Covid-19 mulai menyerang Asean. Pada bulan-bulan berikutnya penjualan mobil berangsur naik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.