Toyota - Panasonic Produksi Baterai Mobil Hybrid

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Toyota Motor Corp yang digambarkan pada mesin kendaraan hybrid saat di showroom perusahaan di Tokyo, 24-9, 2012. Toyota akan merilis 21 model baru kendaraan hibrida selama tiga tahun ke depan. REUTERS/Yuriko Nakao

    Logo Toyota Motor Corp yang digambarkan pada mesin kendaraan hybrid saat di showroom perusahaan di Tokyo, 24-9, 2012. Toyota akan merilis 21 model baru kendaraan hibrida selama tiga tahun ke depan. REUTERS/Yuriko Nakao

    TEMPO.CO, Tokyo - Perusahaan patungan Toyota dan Panasonic akan memproduksi baterai lithium-ion untuk mobil hybrid di sebuah pabrik di Jepang Barat mulai 2022 untuk memenuhi permintaan kendaraan listrik (EV) yang meningkat.

    Jalur produksi di pabrik Panasonic di prefektur Tokushima akan memiliki kapasitas yang cukup untuk memasok sekitar 500.000 kendaraan setahun, Prime Planet Energy & Solutions, Inc mengatakan dalam sebuah pernyataan, seperti dilaporkan Reuters, Selasa, 6 Oktober 2020.

    “Pasar kendaraan listrik global diperkirakan akan terus berkembang pesat,” kata perusahaan itu.

    Didirikan pada bulan April, sebanyak 51 persen saham Prime Planet Energy dimiliki oleh Toyota dengan sisanya adalah Panasonic. Usaha ini mencerminkan dorongan kedua perusahaan untuk menjadi pemain global yang lebih besar dalam industri vital untuk pengembangan kendaraan listrik.

    Panasonic, salah satu produsen baterai kendaraan listrik terbesar di dunia, menghadapi persaingan yang ketat sebagai pemasok baterai untuk produsen mobil global, termasuk Tesla Inc. Pemain terkemuka lainnya adalah pembuat Korea Selatan dan Cina seperti Samsung SDI Co, LG Chem dan CATL.

    Toyota, produsen mobil terbesar di Jepang, bulan lalu mengatakan mereka mengharapkan penjualan tahunan kendaraan listrik mencapai 5,5 juta pada tahun 2025, lima tahun lebih awal dari yang direncanakan semula.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.