Pengemudi Paruh Baya Lebih Sering Tabrakan daripada Usia 70-an

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pengemudi memberikan uang pada Renzo, setelah melakukan aksi breakdance di lampu merah San Borja, Lima (19/8). Renzo, melakukan aksi breakdancenya setelah pulang sekolah untuk membantu orang tuanya. REUTERS/Mariana Bazo

    Seorang pengemudi memberikan uang pada Renzo, setelah melakukan aksi breakdance di lampu merah San Borja, Lima (19/8). Renzo, melakukan aksi breakdancenya setelah pulang sekolah untuk membantu orang tuanya. REUTERS/Mariana Bazo

    TEMPO.CO, Jakarta - Berkaitan dengan perilaku di jalan raya yang memicu tabrakan, para pengemudi muda berpikir bahwa pengemudi tua menjalankan mobil terlalu lambat dan mereka terlalu mudah bingung.

    Sebaliknya, pengemudi pembalap tua berpikir bahwa pemain muda terlalu grusa-grusu dan ingin mengambil banyak peluang.

    Nah, di antara keduanya adalah pembalap paruh baya, yang umumnya memiliki rekam jejak terbaik dari dua kelompok lainnya. Namun, anggapan itu bisa berubah menurut hasil sebuah studi baru Insurance Institute for Highway Safety (IIHS) atau Institut Asuransi untuk Keselamatan Jalan Raya Amerika Serikat.

    Data selama 21 tahun dikumpulkan sejak 1997 hingga 2018 di AS. Studi ini mengamati jumlah tabrakan atau kecelakaan fatal per 100.000 pengemudi berlisensi. Data tersebut dibagi lagi menjadi empat kelompok usia: 35-54, 70-74, 75- 79, dan lebih dari 80.

    Ditulis Top Gear pada Rabu, 7 Oktober 2020, tren keseluruhan menunjukkan penurunan performa pengemudi untuk semua kelompok umur. Tetapi responden berusia di atas 70 tahun mengalami penurunan yang substansial dibandingkan kelompok umur lainnya.

    Tingkat kecelakaan fatal atau tabrakan turun 43 persen untuk orang-orang di usia 70-an, sedangkan kelompok menengah turun 21 persen.

    Menariknya, sebagian besar penurunan untuk pengemudi yang lebih tua terjadi bukan dalam beberapa tahun terakhir, melainkan setelah paruh pertama.

    Tingkat kerusakan yang dihasilkan pengemudi paruh baya dan 70-74 tahun hampir identik. Kemudian untuk kelompok usia 75-79 cocok dengan dua kelompok lainnya pada 2012.

    Dari data itu, kelompok usia menengah merangkak ke atas secara keseluruhan, sementara kedua kelompok berusia 70 tahun bertahan cukup stabil atau bahkan sedikit menurun.

    Adapun dari lebih dari 80 orang responden, tabrakan fatal tiap pengemudi berlisensi menurun hingga 50 persen penuh. Namun pada 2018 kelompok itu paling mungkin terlibat dalam kecelakaan mematikan.

    Hasil penelitian IIHS cukup menarik mengingat jumlah pengemudi tua di jalan telah meningkat secara signifikan selama 21 tahun terakhir.

    IIHS menunjukkan mobil yang lebih aman dengan sistem keselamatan yang lebih canggih serta kesehatan keseluruhan yang lebih baik cocok untuk pengemudi yang lebih tua.

    Perubahan infrastruktur yang berkaitan dengan rambu dan persimpangan jalan juga dianggap menjadi faktor. Mengenai mengapa tingkat kematian pada usia paruh baya merangkak lebih tinggi, IIHS mencatat karena alkohol.

    Teorinya, pengemudi kelompok usia menengah lebih sering melakukan aktivitas seperti itu daripada yang lain.

    Yang menarik, di tengah pandemi Covid-19 pada 2020 memengaruhi tren tersebut. Namun, data tersebut kemungkinan tidak akan muncul setidaknya untuk beberapa tahun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jaga Badan Saat Pandemi Covid-19

    Banyak rutinitas keseharian kita yang dibatasi selama pandemi Covid-19. Salah satunya menyangkut olahraga