Pajak 0 Persen Ditolak, Toyota Berharap Penjualan Mobil Terus Tumbuh

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Booth Toyota di pameran otomotif GIIAS 2019, di ICE, BSD City, Sabtu, 20 Juli 2919. TEMPO/Wawan Priyanto

    Booth Toyota di pameran otomotif GIIAS 2019, di ICE, BSD City, Sabtu, 20 Juli 2919. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, JakartaMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menolak usulan pajak 0 persen untuk pembelian mobil baru selama masa pandemi virus corona baru (Covid-19) berlangsung.

    Kami tidak mempertimbangkan saat ini untuk memberikan pajak mobil baru sebesar 0 persen seperti yang disampaikan oleh industri maupun dari kemenprin," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita pada Senin, 19 Oktober 2020.

    Wacana pajak 0 persen untuk pembelian mobil baru diusulkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) melalui Kementerian Perindustrian bulan lalu. Harapannya, relaksasi pajak ini mampu meningkatkan daya beli konsumen di sektor otomotif. 

    Meski usulan relaksasi pajak 0 persen ditolak, penolakan itu secara tidak langsung memberikan kejelasan serta kepastian di pasar otomotif saat ini. Sebelumnya, pasar otomotif sempat bimbang karena wacana pajak 0 persen tersebut. Wacana tersebut sebelumnya dikhawatirkan akan mengganggu penjualan mobil baru karena konsumen menunggu pembebasan pajak.

    Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor Anton Jimmi Suwandy menilai keputusan pemerintah menolak usulan relaksasi pajak 0 persen untuk pembelian mobil baru telah memberikan kejelasan dan kepastian dalam pasar otomotif nasional tentang pajak. “Pasar otomotif kini sudah ada kepastian soal pajak yang sebelumnya diusulkan 0 persen” kata Anton kepada Tempo, Senin, 19 Oktober 2020.

    Menurut Anton, meski ditolak, industri otomotif tetap memerlukan dukungan dari pemerintah. “Apa dukungan yang diberikan untuk industri otomotif ke depannya? Termasuk dari pemerintah,” ujar dia.

    Anton berharap pasar otomotif akan terus tumbuh meski usulan relaksasi pajak 0 persen ditolak.

    Penjualan mobil di Indonesia sepanjang September 2020 mengalami peningkatan dibanding bulan sebelumnya. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales (pengiriman unit dari pabrik ke dealer), tercatat sebesar 48.554 unit.

    Angka ini meningkat 23,3 persen dibanding bulan sebelumnya sebanyak 37.277 unit. Sedangkan total penjualan wholesales Januari-September 2020 mencapai 372.046 unit, angka ini lebih rendah 50,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 757.661 unit. 

    Untuk penjualan ritel (dari dealer ke konsumen) pada September 2020 tercatat sebanyak 43.362 unit. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 13,1 persen dibanding bulan sebelumnya sebanyak 37.655 unit. Sedangkan kumulatif penjualan ritel Januari-September 2020 sebesar 407.396 unit. Angka ini turun 46,6 persen sebesar 762.390 unit.

    Angka ini meningkat 101,4 persen dibanding bulan sebelumnya sebanyak 29.584 unit. Sedangkan total produksi Januari-September 2020 mencapai 483.207 unit, atau turun 49,4 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 955.354 unit. 

    Kinerja ekspor mobil secara utuh (Completely Built Up/CBU) sepanjang September 2020 juga melonjak drastis sebanyak 20.923 unit, naik 47,4 persen dibanding ekspor Agustus sebanyak 14,194 unit. Angka kumulatif ekspor Januari-September 2020 mencapai 155.258 unit, turun 35,4 persen dibanding periode sebelumnya sebanyak 240.446 unit. 



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.