Pajak 0 Persen Ditolak, Honda Minta Konsumen Jangan Tahan Pembelian

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Honda CR-V PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) 2021 dipamerkan di booth Honda pada Auto China 2020 di Beijing pada 26 September-5 Oktober 2020. FOTO: Antara

    Honda CR-V PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) 2021 dipamerkan di booth Honda pada Auto China 2020 di Beijing pada 26 September-5 Oktober 2020. FOTO: Antara

    TEMPO.CO, JakartaPT Honda Prospect Motor menanggapi keputusan pemerintah menolak usulan relaksasi pajak 0 persen untuk pembelian mobil baru selama pandemi Covid-19.

    “Saya melihatnya dari sisi positif, bahwa relaksasi yang diterapkan berlaku menyeluruh. Tidak hanya di sektor otomotif, dan jika dampak ke perekonomian membaik, sektor otomotif akan ikut membaik,” kata Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor Yusak Billy dalam diskusi virtual pada Senin, 19 Oktober 2020.

    Honda lantas menyampaikan sejumlah sisi positif penolakan pajak 0 persen untuk mobil baru.

    Yusak Billy menuturkan saat ini pasar otomotif mengalami tren peningkatan meski itu sangat kecil bila dibanding penjualan sebelum pandemi Covid-19.

    Sisi positif lainnya, penolakan pemerintah atas usulan pajak 0 persen tersebut telah memberikan kepastian kepada publik.

    "Konsumen yang semula menunda pembelian mobil sekarang bisa segera merealisasikannya."

    Harapan suipaya publik tidak menahan membeli mobil baru juga diungkapkan oleh 4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales, Donny Saputra.

    “Kami berharap konsumen yang kemarin menunda pembelian sudah mendapatkan kepastian untuk melakukan pembelian,” ucapnya kepada Tempo pada Senin lalu.

    Usulan pajak 0 persen untuk pembelian mobil baru disampaikan oleh Kemenperin dan industri otomotif dengan alasan untuk mendorong pertumbuhan industri di tengah pandemi.

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan tanggapannya dalam konferensi pers APBN Kita pada Senin, 19 Oktober 2020.

    Kami tidak mempertimbangkan saat ini untuk memberikan pajak mobil baru sebesar 0 persen seperti yang disampaikan oleh industri maupun dari Kemenprin," ujar Sri Mulyani.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.