Hyundai Peringkat 5 Brand Otomotif Dunia, Lihat Investasinya di Indonesia

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) membubuhkan tanda tangan di kap mesin mobil listrik Kona Hyundai saat mengunjungi pabrik Hyundai Motor Company (HMC) di Kota Ulsan, Korea Selatan, Selasa, 26 November 2019. Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara pemerintah RI dengan Hyundai Motor Company. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) membubuhkan tanda tangan di kap mesin mobil listrik Kona Hyundai saat mengunjungi pabrik Hyundai Motor Company (HMC) di Kota Ulsan, Korea Selatan, Selasa, 26 November 2019. Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara pemerintah RI dengan Hyundai Motor Company. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, JakartaHyundai Motor Company dinilai terus mengembangkan nilai brand otomotif Hyundai secara global dan mutunya, menurut hasil survei Best Global Brand Interbrand 2020.

    Hyundai pun bertengger di peringkat ke-5 di antara merek otomotif dunia dan ke-36 secara keseluruhan. 

    Survei tersebut menunjukkan nilai brand otomotif global Hyundai Motor naik 1 persen dari tahun ke tahun menjadi 14,3 miliar dolar meski pasar mengalami melemah akibat pandemi Covid-19.

    Hyundai Motor terdaftar dalam 40 perusahaan global teratas Interbrand selama 6 tahun berturut-turut. Sejak masuk dalam jajaran 100 perusahaan teratas dalam nilai brand pada 2005, Hyundai Motor bertahan di peringkat 100 teratas selama 15 tahun berturut-turut.

    Mike Rocha, Brand Valuation Global Director Interbrand, mengatakan peningkatan nilai brand Hyundai Motor Company dapat dikaitkan dengan ekspansi bisnis otomotif yang substansial, seperti peluncuran brand khusus mobil EV, IONIQ.

    "Kami telah beradaptasi dengan kondisi pasar yang berkembang pesat untuk menjadi pemimpin dalam mobilitas masa depan," kata Wonhong Cho, Global Chief Marketing Officer Hyundai Motor Company, dalam siaran pers Hyundai pada Selasa, 20 Oktober 2020.

    Hyundai telah mengumumkan rencana investasi 1,55 miliar dolar AS (sekitar Rp 22,7 triliun) untuk mengembangkan EV di Indonesia, yakni di Delta Mas Kota Bekasi, akhir tahun lalu.

    Pabrik tersebut akan menjadi manufaktur Hyundai terbesar di ASEAN dan pusat manufaktur pertama yang berbasis di kawasan ASEAN, yang ditargetkan selesai pada akhir 2021.

    Dengan meningkatnya tren pengunaan mobil listrik di Indonesia, Hyundai akan memperkenalkan beberapa tipe mobil EV murni dalam waktu dekat.

    Perusahaan Korea Selatan ini berkomitmen membangun tonggak sejarah baru sebagai game changer di ekosistem EV murni serta membawa Indonesia ke era elektrifikasi.

    Dalam beberapa bulan terakhir, Hyundai Motors Indonesia juga telah menunjukkan komitmen perusahaan untuk mengembangkan ekosistem EV dengan menggandeng pihak ketiga melalui Hyundai IONIQ Electric untuk memobilisasi tenaga kesehatan guna mengurangi penyebaran Covid-19.

    Hyundai juga terlibat aktif dalam membantu memerangi pandemi Covid-19 di Indonesia, yaitu donasi Alat Pelindung Diri (APD) sebanyak 50.000 set kepada tenaga kesehatan serta pelaksanaan rapid test Drive-Thru di Jawa Barat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto