Teknologi Autopilot Tesla Terbaru Diawasi Regulator AS

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tesla Model S. (Tesla)

    Tesla Model S. (Tesla)

    TEMPO.CO, JakartaRegulator keamanan mobil Amerika Serikat mengatakan bahwa pihaknya memantau dengan cermat perangkat lunak Tesla yang memungkinkan mobilnya mengemudi sendiri, self-driving.

    Dilansir Reuters, Jumat, Badan Keselamatan Jalan Raya Amerika Serikat (NHTSA) mengatakan pihaknya siap untuk melindungi publik dari risiko keselamatan.

    “NHTSA telah diberi pengarahan tentang fitur baru Tesla, yang merupakan perluasan dari sistem bantuan pengemudi yang ada. Badan tersebut akan memantau teknologi baru dengan cermat dan tidak akan ragu untuk mengambil tindakan untuk melindungi publik dari risiko yang tidak masuk akal terhadap keselamatan,” kata NHTSA.

    Sementara itu, Tesla pada Selasa, 20 Oktober 2020, malam merilis versi beta atau versi uji dari perangkat lunak "Full Self Driving" ke sejumlah pengemudi yang diklaim "ahli dan hati-hati".

    Pada hari Rabu, 21 Oktober 2020, Kepala Eksekutif Tesla Elon Musk mengatakan peningkatan terbaru direncanakan akan dirilis secara luas pada akhir tahun ini, dengan sistem menjadi lebih kuat karena mengumpulkan lebih banyak data.

    Musk sendiri selama bertahun-tahun telah berjanji untuk segera meluncurkan fitur self-driving ini, namun kerap melewatkan beberapa tenggat waktu yang ditentukan sendiri oleh perusahaan.

    Peneliti, regulator, dan grup asuransi mengatakan fitur kemudi otomatis itu lebih kompleks daripada yang diantisipasi perusahaan beberapa tahun lalu. Mereka mengkritik promosi Tesla terhadap sistem Autopilot semi-otomatis yang ada karena dianggap sangat menyesatkan.

    Sebuah konsorsium perusahaan teknologi tanpa pengemudi, Partners for Automated Vehicle Education (PAVE), yang mencakup Ford Motor Co, General Motors Co, dan unit self-driving Google Waymo, mengkritik pendekatan Tesla.

    "Pengujian jalan umum adalah tanggung jawab serius dan menggunakan konsumen yang tidak terlatih untuk memvalidasi perangkat lunak tingkat beta di jalan umum berbahaya dan tidak sesuai dengan pedoman dan norma industri yang ada," kata PAVE dalam pernyataan.

    Autopilot dan sistem bantuan pengemudi canggih serupa dapat memberikan dukungan kemudi, pengereman, dan akselerasi dalam keadaan terbatas, umumnya di jalan raya.

    Pemilik Tesla dapat membeli "Full Self Driving" seharga US$ 8.000. Namun, Musk mengatakan bahwa harga akan naik US$ 2.000 pada hari Senin. Kenaikan harga serupa akan berlaku di negara lain saat versi uji dirilis di sana, tambahnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Tanda Masker Medis yang Asli atau Palsu

    Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, masker adalah salah satu benda yang wajib kita pakai kemanapun kita beraktivitas. Kenali masker medis asli.