Cerita Pebalap Astra Honda Ketika Pakai Motor di Jalanan

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Astra Honda Racing Team (AHRT) Lucky Hendriansya (tengah) tampil sebagai juara Asia Road Racing Championship race 1 seri perdana di Sepang, Malaysia, 9 Februari 2019. Juara dua ditempati Andy Muhammad Fadly (Manuel Tech KYT Kawasaki Racing), dan ketiga diraih Irfan Ardiansyah (AHRT). FOTO/AHM

    Pembalap Astra Honda Racing Team (AHRT) Lucky Hendriansya (tengah) tampil sebagai juara Asia Road Racing Championship race 1 seri perdana di Sepang, Malaysia, 9 Februari 2019. Juara dua ditempati Andy Muhammad Fadly (Manuel Tech KYT Kawasaki Racing), dan ketiga diraih Irfan Ardiansyah (AHRT). FOTO/AHM

    TEMPO.CO, Jakarta - Para pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) yang tergabung di Astra Honda Racing Team (AHRT) punya semboyan khusus.

    Semboyan tersebut: galak di sirkuit, sopan di jalanan umum.

    Kegarangan Lucky Hendriansya di sirkuit balap mengantarkannya menjadi salah satu pebalap yang disegani di ajang Asia Road Racing Championship. Namun, pria 20 tahun asal Pangkajene, Sulawesi Selatan, itu tak lupa diri ketika berkendara di jalan raya.

    Lucky menerangkan bahwa di sirkuit para pebalap harus memacu motor karena sifatnya kompetisi. Pebalap pun menggunakan safety gear (peralatan pengaman) yang mendukung.

    "Berbeda dengan berkendara di jalanan umum, kita harus memikirkan pengendara lain dan diri kita juga. Banyak rambu-rambu yang harus ditaati,” ucap pebalap yang biasa menggunakan Honda Scoopy itu dalam siaran pers Honda, Jumat, 23 Oktober 2020.

    Motor itu hadiah kejuaraan balap lokal pada 2015 dan menjadi favorit Lucky. Jaket, helm, sepatu, dan sarung tangan menjadi peranti wajib mengendarai Honda Scoopy di jalanan.

    ”Jika memang hobi ngebut, silakan daftar ke Astra Honda Racing School,” tutur Lucky.

    Begitu pula Delvintor Alfarizi reka satu tim Lucky di AHRT. Alfarizi Juara Nasional Motocross MX2.

    Adel, sapaan akrabnya, dikenal tangguh dan ”galak” di sirkuit tanah. Namun, gaya berkendara hariannya berbanding terbalik. Dia lebih suka naik motor santai menggunakan Honda BeAT.

    Pada akhir pekan, Adel menyempatkan dirinya menikmati motor Honda dengan santai. Helm, jaket, dan sepatu tak pernah lepas saat berkendara di jalan raya.

    ”Di sirkuit, kecepatan nomor satu. Di jalan, keselamatan yang utama. Jangan terburu-buru, nikmati saja perjalanan,” kata Adel

    Dua pebalap AHRT lainnya, Rheza Danica Ahrens dan Irfan Ardiansyah, juga banyak beraktivitas menggunakan motor untuk harian. Mereka fans motor Honda Vario.

    Rheza suka Honda Vario 150, sedangkan Irfan memilih Honda Vario 125.

    Keduanya seharusnya berlaga di Asia Road Racing Championship kelas SS600 pada tahun ini. Tapi laga batal karena pandemi Covid-19.

    Menurut Rheza, saat akan melaju di jalan umum kondisi motor harus dipastikan prima, badan sehat, dan menggunakan perlengkapan safety.

    Adapun Irfan meyakinkan masyarakat bahwa yang terpenting saling respek terhadap pengguna jalan yang lain.

    ”Selalu berhati-hati, tetap waspada, karena banyak pengendara lain yang belum tentu mematuhi aturan,” ujar Irfan, pebalap tim Astra Honda.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bila Siap, Sekolah Harus Penuhi Hal-hal Ini Sebelum Dibuka Tahun 2021

    Sekolah bersiap untuk menyambut para siswa di tahun 2021. Artinya, bila sekolah dibuka, harus memenuhi syarat berikut beberapa hal berikut