SSC Tuatara Bisa Gagal Jadi Mobil Tercepat di Dunia, Mengapa?

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • SSC Tuatara 2020 yang dijual kisaran Rp 29,5 miliar. Sumber: motor1.com

    SSC Tuatara 2020 yang dijual kisaran Rp 29,5 miliar. Sumber: motor1.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Klaim rekor mobil tercepat di dunia yang dipecahkan mobil Tuatara buatan Shelby Super Cars (SSC) Amerika Uatara menuai kontroversi.

    SSC Tuatara pun terancam batal menajdi mobil tercepat di dunia setelah kesahihan kecepatannya dipertanyakan banyak pihak.

    "Entah bagaimana, ada campur aduk di sisi pengeditan video. Saya menyesal harus mengakui bahwa tim SSC belum mengecek ulang keakuratan video sebelum dirilis," ujar pendiri SSC, Jerod Shelby, seperti diberitakan Car and Driver pada Senin, 2 November 2020.

    Shelby pun menyatakan menyesal karena video yang dibagikan kepada publik tidak menggambarkan secara akurat performa SSC Tuatura pada 10 Oktober 2020.

    Adapun perekaman proses tes performa tersebut ditangani Driven Studios, sekaligus bertugas merilisnya.

    "Kami akan membagikannya segera setelah tersedia," tutur Shelby.

    Mobil hypercar SSC Tuatara melakukan tes performa sebanyak dua kali pada 10 Oktober 2020 di State Route 160, pinggiran Las Vegas, Amerika Serikat.

    Uji pertama mobil ini mencatatkan 508,73 km/jam, sedangkan tes kedua SSC Tuatara meraih 532,93 km/jam.

    SSC menyatakan mereka telah menyelesaikan proses pengaturan rekor pada kecepatan yang dibuktikan. Mereka juga menyatakan memiliki semua dokumentasi yang relevan dari 15 sensor satelit, serta saksi independen.

    Seluruh bukti itu segera diserahkan kepada Guinnes untuk mendapatkan sertifikasi rekor dunia.

    Shelby mengatakan kabar baik dari tes performa SSC Tuatara adalah angka mobil tercepat di dunia dipegang SSC.

    "Kabar buruknya, penggambaran kecepatan lari, dalam bentuk video, secara substansial tidak benar," ucap Shelby.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Alur Vaksinasi Covid-19

    Kementerian Kesehatan menetapkan alur vaksinasi Covid-19. Mulai dari pengadaan dan produksi, hingga pelaporan dan integrasi.