Wuling Victory vs Toyota Kijang Innova, Pilih Mana?

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Interior Wuling Victory. (gmchina.com)

    Interior Wuling Victory. (gmchina.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pesaing Toyota Kijang Innova, MPV Wuling Victory sudah diluncurkan di negerinya, Cina, dengan harga mulai dari 187 juta.

    Belum bisa dipastikan berapa harga Wuling Victory setelah kena pajak dan biaya administrasi di Indonesia. Tapi, harga mobil merek Wuling dikenal lebih murah di kelasnya dibandingkan dengan merek lainnya.

    Di Indonesia, Toyota Kijang Innova dibanderol paling murah yakni Rp 337.600.000. 

    Wuling Victory rencananya muncul di Indonesia pada September 2020. Tapi hingga awal November belum ada kabar beritanya.

    Bagaimana perbandingan keduanya selain soal harga?

    Secara dimensi dan segmen, bisa saja Victory disandingkan dengan Kijang Innova. Karena memang terjun di kelas yang sama.

    Yang pasti, munculnya Victory menarik diulas. Apalagi Kijang Innova selama ini seperti melenggang sendirian tanpa lawan.

    Dimensi Wuling Victory sedikit unggul di atas Kijang Innova. Victory memiliki dimensi panjang 4.875mm x lebar 1.880mm x tinggi 1.700mm dengan jarak sumbu roda 2.800mm.

    Sementara itu, Wuling Cortez memiliki dimensi panjang 4.780mm x lebar 1.815mm x tinggi 1755mm dan jarak sumbu roda 2.750mm. Sedangkan Kijang Innova memiliki dimensi panjang 4.735mm x lebar 1.830mm x tinggi 1.795mm dan jarak sumbu roda 2.750mm.

    Dari perbandingan di atas, Wulimg Victory lebih panjang dibanding Kijang Innova dan Wulimg Cortez. Namun, Victory lebih rendah dibanding Kijang Innova dan Cortez.

    Victory akan dibekali dua pilihan mesin 1.5L turbo dengan daya 145hp dan 174hp. Sedangkan Wuling Cortez memiliki dua pilihan mesin, 1.5L dan 1.8L. Kijang Innova punya dua pilihan mesin yakni 2.0L bensin dan 2.4L diesel.

    Soal fitur, Wuling Victory memang menjanjikan. Sebagai MPV termewah di jajaran Wuling, Victory dibekali dengan sederet fitur canggih.

    Fitur canggih itu seperti lampu depan-belakang sudah full LED, panoramic sunroof, speedometer full TFT, perintah suara, electric parkir brake, jok model captain seat, dan fitur filter PM 2.5 untuk menyaring virus di dalam kabin.

    Model tersebut juga diyakini memiliki sistem infotainment yang mewah.

    Secara kasat mata, fitur seperti panoramic sunroof tergolong mewah di Indonesia. Dan fitur ini tidak dimiliki Kijang Innova.

    Harapannya, Kijang Innova facelift mendapatkan upgrade fitur dan teknologi yang tidak kalah mentereng dibanding MPV asal Cina itu.

    Sebelum munculnya Victory, Wuling sudah menjajal pasar MPV medium di Indonesia melalui Cortez. Model dari merek Cina yang mulai dipasarkan pada Desember 2017 itu bisa dibilang memiliki prestasi lumayan untuk kategori pendatang baru.

    Secara fitur dan teknologi, banyak yang menilai Cortez jauh mengungguli Kijang Innova. Cortez merupakan model baru, yang di dalamnya dibenamkan teknologi dan fitur baru.

    Cortez dan Kijang Innova juga sama-sama menawarkan kapasitas 7 tempat duduk. Dimensinya pun tak beda jauh.

    Hanya saja, image Kijang Innova terlalu kuat untuk digoyang.

    Pada 2019, penjualan Wulimg Cortez turun menjadi 3.160 unit, kemungkinan dipicu hadirnya SUV Wuling Almaz, yang menjadi model terlaris selain Wuling Confero.

    Toyota Kijang Innova terjual (wholesales) sebanyak 52.981 unit atau rata-rata per bulan mencapai 4.415 unit sepanjang 2019.

    Untuk 2020, Toyota Kijang masih cukup sakti dengan penjualan 13.344 unit periode Januari-Mei 2020. Sedangkan Cortez hanya menjual 362 unit.

    Fitur dan teknologi pada mobil-mobil Wuling mungkin memang jauh lebih tinggi dibanding Toyota Kijang Innova. Hanya saja, pasar di Indonesia, rasanya masih perlu waktu untuk mengalahkan penjualan Kijang Innova.

       


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.