VW: Biden Lebih Sinkron dengan Strategi Mobil Listrik

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Joe Biden saat menemui pendukungnya usai menyaksikan hasil Pemilu AS yang diumumkan media, di Wilmington, Delaware, AS, 7 November 2020. Politikus Partai Demokrat, Joe Biden, akhirnya dinyatakan sebagai pemenang Pemilu AS 2020. Dengan kemenangan tersebut, ia akan menjadi presiden ke-46 AS. Andrew Harnik/Pool via REUTERS

    Ekspresi Joe Biden saat menemui pendukungnya usai menyaksikan hasil Pemilu AS yang diumumkan media, di Wilmington, Delaware, AS, 7 November 2020. Politikus Partai Demokrat, Joe Biden, akhirnya dinyatakan sebagai pemenang Pemilu AS 2020. Dengan kemenangan tersebut, ia akan menjadi presiden ke-46 AS. Andrew Harnik/Pool via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Kalangan pabrikan kendaraan atau mobil listrik bisa jadi lega dengan kemenangan Joseph atau Joe Biden dalam Pilpres AS 2020 baru-baru ini. Setidaknya itu yang dirasakan pabrikan Jerman, Volkswagen AG atau VW.

    VW, yang notabene produsen mobil terbesar dunia, menilai Joe Biden, politikus Partai Demokrat AS, lebih prospektif bagi masa depan kendaraan atau mobil listrik.

    Bos Volkswagen AG Herbert Diess mengatakan bahwa lebih cocok dengan pemerintahan Joe Biden ketimbang AS di bawah Presiden Donald Trump.

    “Program Demokrat mungkin akan lebih selaras dengan strategi kami di seluruh dunia, yang benar-benar memerangi perubahan iklim, (berubah) menjadi (industri kendaraan) listrik,” kata Kepala Eksekutif Herbert Diess dalam acara virtual Bloomberg News seperti dikutip Bisnis hari ini, Minggu, 8 November 2020

    Diess pun menyatakan VW tetap membangun hubungan yang benar-benar amanah dengan Pemerintahan Trump.

    "Kami juga berkontribusi banyak untuk membangun Amerika,” ucapnya, Kamis lalu, 5 November 2020.

    Diess menilai saat ini situasi yang sangat kritis terhadap kontribusi industri mobil dalam ketidakseimbangan perdagangan AS dan Jerman.

    Rencananya VW membangun jajaran mobil listrik terbesar di dunia, termasuk memproduksi baterai dan crossover ID.4 di kompleks pabrik di Tennessee, AS.

    Sementara itu, Presiden Trump dinilai kerap menjadi ujian bagi mobil listrik. Trump pada 2019 mengusulkan menghilangkan kredit pajak mobil listrik sebesar 7.500 dolar AS. Namun hal itu tidak terjadi lantaran pada Desember 2019 kredit itu hampir diperluas dan diperpanjang setelah didukung bipartisan.

    Trump pada tahun lalu di Michigan juga mengolok-olok driving range mobil listrik. Bahkan, kurang dari dua tahun lalu, dia mengatakan bahwa, "Semua-listrik tidak akan berhasil."

    Trump lantas dengan tajam mengkritik rencana GM untuk fokus ke masa depan yang serba listrik. Dia menyebutnya sebagai, "Kesalahan."

    Di sisi lain, seperti dikutip cleantechnica.com, Joseph Biden ingin meningkatkan kredit pajak EV. Ia pun berjanji akan melakukan beberapa hal untuk industri kendaraan listrik apabila terpilih menjadi Presiden AS.

    Selain mendorong stasiun pengisian listrik di seluruh negeri, dia juga memiliki beberapa proposal pajak yang terkait dengan kendaraan listrik.

    Pertama, menghapus pabrikan pada kredit pajak EV 7.500 dolar AS. Saat ini hanya Tesla dan GM yang mencapai batas tersebut, artinya pembeli mobil listrik Tesla dan GM tidak lagi mendapatkan kredit pajak.

    Kedua, memulihkan kredit pajak secara permanen untuk kendaraan listrik buatan AS.

    Ketiga, mempersempit belanja dari kalangan pembeli berpenghasilan menengah atau lebih rendah atau berpendapatan tahunan kurang dari 250.000 dolar AS.

    Keempat, subsidi mobil berbahan bakar fosil dipotong. Biden tampaknya menjadikan tindakan iklim sebagai salah satu dari dua program fokus utamanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.