Industri Mobil di Massachusetts Wajib Buka Data Aftermarket

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mekanik mengecek mesin saat menyelesaikan pembuatan mobil baru Mercedes-Benz S-Class di pabrik pembutan Daimler di Sindelfingen dekat Stuttgart, Jerman, 2 September 2020. REUTERS/Ralph Orlowski

    Mekanik mengecek mesin saat menyelesaikan pembuatan mobil baru Mercedes-Benz S-Class di pabrik pembutan Daimler di Sindelfingen dekat Stuttgart, Jerman, 2 September 2020. REUTERS/Ralph Orlowski

    TEMPO.CO, JakartaPara pemilih di Negara Bagian Massachusetts, AS, pada Selasa lalu meloloskan undang-undang pemungutan suara yang memaksa produsen mobil membuka data aftermarket tentang perbaikan dan elektronik otomotif.

    Para produsen mobil harus menyediakan akses yang lebih luas terhadap data aftermarket perbaikan mekanis dan elektronik, sekaligus memungkinkan toko independen dapat memperbaiki teknologi agar semakin canggih.

    "Referendum ini berarti bahwa pemilik (mobil) akan dapat membagikan data perbaikan mereka secara langsung dengan bengkel independen tepercaya mereka," kata Bill Hanvey, Presiden dan CEO Asosiasi Perawatan Mobil.

    Referendum tersebut memberikan kemenangan signifikan pertama dalam pertarungan memperebutkan siapa yang akan mengontrol aftermarket data otomotif senilai 390 miliar dolar AS (setara Rp 5.543 triliun) di era digital.

    Berdasarkan keputusan pemungutan suara Negara Bagian Massachusetts, 75 persen pemilih menginginkan data diagnostik dan mekanis otomotif harus tersedia dalam aplikasi platform terbuka untuk model kendaraan buatan 2022 ke atas.

    Produsen mobil termasuk General Motors, Ford Motor Co, Toyota Motor Corp, Honda Motor Co dan Nissan Motor Co menentang inisiatif pemungutan suara di Massachusetts.

    John Bozzella, Presiden dan CEO grup perdagangan industri A.S. Alliance for Automotive Innovation, mengatakan keterbukaan data itu akan menimbulkan risiko nyata bagi keamanan kendaraan pelanggan.

    “Produsen mobil telah menyediakan semua informasi diagnostik dan perbaikan yang diperlukan untuk memperbaiki kendaraan dengan aman dan terjamin,” kata Bozzella.

    Banyak pembuat mobil untuk membatasi informasi dan jaminan hanya pada suku cadang dan perbaikan dari dealer resmi untuk memastikan keselamatan dan privasi.

    Mereka mengatakan data aftermarket semacam itu rumit dan sensitif. Perbaikan mobil modern, menurut produsen mobil, membutuhkan pelatihan ekstensif dari pemilik teknologi eksklusif.


    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.