Alasan Generasi Milenial Ogah-ogahan Beli Mobil Pribadi

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Generasi Milenial. jonathanbecher.com

    Ilustrasi Generasi Milenial. jonathanbecher.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Generasi Milenial (Y) dan Generasi Zdinilai tidak begitu peduli dengan kepemilikan mobil pribadi.

    Generasi Y alias Milenial sekitar 1980-1995, sedangkan Z lahir setelah itu. Mereka muncul seiring dengan kemajuan teknologi digital sehingga lebih melek gadget ketimbang generasi sebelumnya.

    Ekonom dan Peneliti Institute of Economic and Development (INDEF), Bhima Yudhistira Adhinegara, menanggapi soal itu.

    Bhima mengungkapkan beberapa hal yang menjadi faktor mengapa kaum muda, yang mencakup Milenial dan Generasi Z, enggan membeli kendaraan pribadi. 

    Menurut dia, generasi yang sangat akrab dengan teknologi itu mampu memanfaatkan gawai untuk beraktivitas, termasuk dalam urusan transportasi.

    "Generasi muda cenderung beralih dari memiliki mobil pribadi ke pemanfaatan transportasi online, seperti Gojek dan Grab," kata Bhima dalam seminar daring baru-baru ini.

    Bhima menjelaskan, Milenial dan Generasi Z menilai menggunakan transportasi umum berbasis online lebih masuk akal dibandingkan harus membeli mobil pribadi.

    Memiliki mobil atau kendaraan pribadi tidak hanya mengurusi pembelian, tapi juga biaya perawatan, perbaikan, keamanan, serta membayar pajak.

    Para pekerja muda tadi pun lebih nyaman tinggal di rumah kontrakan atau kamar kos yang dekat dengan kantor untuk menghemat pengeluaran transportasi.

    Bhima menerangkan bahwa jumlah Milenial dan Generasi Z mencapai sepertiga dari jumlah penduduk Indonesia. Tapi ada faktor umum yang mempengaruhi anjloknya penjualan mobil pada tahun ini.

    "Penjualan kendaraan pribadi masih terkontraksi seiring mobilitas kelas menengah dan atas yang rendah selama pandemi," ujar dia.

    Selain itu, dia melanjutkan, belum jelas kapan pandemi Covid-19 berakhir sehingga masyarakat tidak buru-buru menentukan belanja mobil atau motor.

    Bhima berharap sektor otomotif, juga sektor industri lain, bisa beradaptasi agar mampu bertahan dan pulih dalam waktu dekat.

    Menurut data dari GAIKINDO, kata Bhima, penjualan mobil kian melambat saat pandemi. Hingga September 2020, hanya 372.046 unit kendaraan pribadi dan niaga yang terjual.

    Angka tersebut jauh dari tahun sebelumnya yang membukukan 755.094 unit terjual.

    Penjualan kendaraan atau mobil pribadi pada Januari-September 2020 sebanyak 278.240 unit,  turun 51 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama 2019 yang mencapai 579.031 unit.

    Sementara itu penjualan kendaraan niaga (commercial vehicle/CV) mengalami penurunan 46 persen dari periode Januari-September 2019 dengan 93.806 unit. Di periode yang sama pada 2019, penjualan mencapai 176.063 unit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Alur Vaksinasi Covid-19

    Kementerian Kesehatan menetapkan alur vaksinasi Covid-19. Mulai dari pengadaan dan produksi, hingga pelaporan dan integrasi.