Oktober, Penjualan Ritel Mobil Honda Naik 12 Persen

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • All New Honda Brio. 17 Oktober 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    All New Honda Brio. 17 Oktober 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, JakartaPT Honda Prospect Motor mengumumkan hasil penjualan ritel sepanjang Oktober 2020 yang mencapai 6.561 unit. Angka ini meningkat 12 persen dibanding penjualan bulan sebelumnya.

    Peningkatan penjualan Honda terbesar terjadi di area Jawa Tengah yang mencapai 17 persen, disusul oleh Main Dealer area Jawa Barat sebesar 13 persen, area luar Pulau Jawa juga sebesar 13 persen, area Jabodetabek sebesar 10 persen dan area Jawa Timur sebesar 8 persen.

    Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor Yusak Billy mengatakan bahwa pertumbuhan penjualan mobil Honda (ritel) saat ini tidak lepas dari kontribusi seluruh dealer Honda di Indonesia yang telah melakukan berbagai aktivitas untuk terus menjangkau konsumen di wilayahnya masing-masing. 

    “Untuk menanggapi kebutuhan dan kebiasaan baru konsumen, dealer-dealer kami menyesuaikan aktivitas dan operasional mereka dengan memanfaatkan jalur digital serta menawarkan program yang memudahkan konsumen dalam melakukan pembelian,” kata Billy dalam keterangan resmi, 12 November 2020. 

    Sepanjang Oktober, Honda Brio menyumbangkan kontribusi 61 persen dengan penjualan sebesar 4.013 unit. Honda Brio Satya menjadi model dengan penjualan tertinggi dengan total 2.978 unit, meningkat 19 persen dibanding bulan sebelumnya yang terjual sebanyak 2.507 unit. Sementara itu, Honda Brio RS berhasil mengumpulkan penjualan total sebesar 1.035 unit.

    Honda HR-V 1.5L terjual sebanyak 812 unit, meningkat 5 persen dari bulan sebelumnya. Honda Mobilio juga membukukan penjualan total sebesar 535 unit, meningkat 2 persen dari bulan sebelumnya. Honda Jazz terjual 502 unit, meningkat 53 persen dari bulan sebelumnya.

    Honda CR-V terjual sebanyak 353 unit, meningkat 40 persen dibanding dengan bulan sebelumnya. Honda HR-V 1.8L terjual sebanyak 41 unit, dan Honda Accord terjual sebanyak 24 unit. Honda BR-V menyumbangkan penjualan 155 unit, Honda Civic Hatchback terjual sebanyak 65 unit, Honda Civic Sedan terjual sebanyak 35 unit, Honda City terjual sebanyak 18 unit dan Honda Odyssey terjual sebanyak 8 unit.

    “Honda mempertahankan penjualan yang positif hingga memasuki kuartal keempat tahun ini, terutama Honda Brio yang kembali menjadi produk dengan penjualan retail tertinggi di Indonesia,” ujar dia.

    Memasuki bulan November, Honda masih mengkampanyekan program “Sehat Bersama Honda” dimana konsumen yang melakukan pembelian Honda Mobilio, Honda BR-V dan New Honda HR-V, akan mendapatkan Healthy Reward berupa voucher sport utilities hingga Rp 10 juta hanya dengan berpartisipasi di program ini. Program ini berlangsung hingga Desember 2020.

    Untuk pembelian di periode ini, konsumen juga akan mendapatkan bonus berupa gratis biaya perawatan berkala (Jasa + parts s/d 50.000 km atau 4 tahun) khusus untuk pembelian Honda Mobilio, Honda BR-V, Honda CR-V, dan Honda Jazz. Sementara khusus bagi konsumen loyalis, pekerja medis, dan pelajar / mahasiswa / tenaga pengajar yang melakukan pembelian Honda Brio & Honda HR-V juga akan mendapatkan bonus berupa gratis biaya perawatan berkala (Jasa + parts sampau dengan 50.000 km atau 4 tahun).

    Tersedia pula Honda Healthy Package hingga Rp 10 juta untuk setiap pembelian online mobil Honda Brio, Honda Mobilio, Honda BR-V, Honda City, Honda Civic Hatchback, Honda Civic Sedan Honda Accord dan Honda Odyssey.

    Sementara untuk pembelian Honda HR-V, Honda City, Honda Civic Hatchback, Honda Civic Sedan Honda Accord dan Honda Odyssey, tersedia juga Special Leasing Program berupa bunga 0 persen selama 1 tahun.

    Honda juga memberikan kemudahan kepada perusahaan atau karyawan yang menggunakan fasilitas Car Ownership Program (COP) yang ingin melakukan pembelian, akan mendapatkan Fleet Sales Package hingga Rp 15 juta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.