Test Drive BMW 320i Sport: Lebih Stabil dengan Sasis Baru

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Test drive BMW 320i Sport di Sirkuit Internasional Sentul, Jawa Barat, 1 Desember 2020. (BMW Indonesia)

    Test drive BMW 320i Sport di Sirkuit Internasional Sentul, Jawa Barat, 1 Desember 2020. (BMW Indonesia)

    TEMPO.CO, JakartaBMW Group Indonesia menggelar sesi test drive, BMW Driving Experience, untuk seri 3 generasi terbaru dengan rute Jakarta-Sentul-Bogor-Jakarta sejauh 260 kilometer. Model yang diuji adalah dua unit BMW 320i Sport. Seri 3 merupakan salah satu ikon model dari pabrikan asal Jerman ini dan tahun ini genap berusia 45 tahun. 

    Direktur Komunikasi BMW Group Indonesia, Jodie O’tania, mengatakan bahwa BMW Seri 3, khususnya 320i Sport, merupakan salah satu model yang paling diminati di Indonesia. “Model ini hadir dengan tampilan desain sporty, fitur terbaru dan value for money paling baik di kelasnya,” kata Jodie, di Menteng, Jakarta Selatan, Selasa, 1 Desember 2020.

    Uji coba mobil dengan harga Rp 859 juta (off the road) kali terasa spesial karena salah satu lokasi yang akan dituju adalah Sirkuit Internasional Sentul yang baru saja selesai dilakukan pelapisan aspal baru. Sentul mengklaim, aspal baru ini sama seperti saat sirkuit ini menggelar balap MotoGP 1996-1997.

    BMW 320i Sport. 1 Desember 2020. (BMW Indonesia)

    Kondisi tersebut membuat pengujian BMW 320i Sport menjadi lebih maksimal. Mulai dari aerodinamika dari NACA air intake, proporsi sasis yang disempurnakan, hingga mesin yang sangat efisien namun tetap dapat memberikan hentakan yang dibutuhkan.

    Salah satu poin penting pada pengujian dalam perjalanan menuju Sentul, Bogor, adalah merasakan pengembangan mendasar dari sasis baru generasi ketujuh BMW Seri 3. Arsitektur BMW Efficient Lightweight yang menggunakan aluminium dan baja berkekuatan tinggi serta komponen sasis baru membuat berat kendaraan lebih ringan 55kg dibandingkan generasi sebelumnya.

    Hasilnya, pengendalian mobil menjadi lebih mudah dan mobil ini memiliki stabilitas lebih tinggi saat digeber di sirkuit.

    BMW 320i saat diuji di Sirkuit Internasional Sentul, Jawa Barat. 1 Desember 2020. (BMW Indonesia)

    Mesin

    Varian BMW 320i Sport yang digunakan untuk test drive ini merupakan varian kedua dari THE 3 yang hadir di Indonesia. Model ini dibekali mesin 2.0 liter, empat-silinder dengan banyak teknologi baru. Mesin ini mampu menghasilkan output maksimum 184 hp, sementara torsi puncak adalah 300 Nm. Dengan mesin ini, Tempo bisa meraih kecepatan tertinggi 190 kilometer per jam pada trek lurus Sirkuit Sentul. 

    Peningkatan output dan torsi tambahan dibandingkan dengan mesin pendahulunya adalah hasil dari optimalisasi sistem mesin BMW TwinPower Turbo terbaru yang terdiri dari twin-scroll turbocharger, High Precision Injection direct petrol injection, VALVETRONIC fully variable valve timing dan Double-VANOS variable camshaft timing.

    Sistem injeksi dengan presisi tinggi memastikan supply bahan bakar terbaik dan pembakaran yang bersih, pompa bahan bakar yang baru menghasilkan tekanan maksimum 350 bar, versi sebelumnya 200 bar.  

    Karakteristik lain dari mesin ini termasuk crankshaft yang lebih ringan yang mengurangi gesekan internal, manajemen pelepasan panas yang dioptimalkan dan sistem manajemen komputer mesin terbaru yang membuat seluruh proses dikalkulasi lebih cepat dan tepat. Kecepatan 0 hingga 100 km/jam dapat dicapai dalam 7,1 detik, hasil peningkatan efisiensi dengan konsumsi bahan bakar gabungan 15.9 km/l dan angka emisi CO2 144 g/km.

    BMW 320i Sport, Sirkuit Internasional Sentul, 1 Desember 2020. TEMPO/Wawan Priyanto

    Desain

    BMW mendesain model ini dengan menonjolkan karakter sport yang kuat. Dibanding model sebelumnya, model ini memiliki dimensi 76 mm lebih panjang (4.709 mm), 16 mm lebih lebar (1.827 mm) dan hanya 1 mm lebih tinggi (1.442 mm). Selain itu, jarak sumbu roda yang lebih panjang 41 mm (2.851 mm) dan peningkatan lebar kendaraan (depan: + 43 mm, belakang: 21 mm) memberikan dampak positif secara langsung pada stabilitas dan ketangkasan kendaraan ini. 

    Model ini mengadopsi grille yang besar dan lampu utama baru yang membuat penampilannya semakin sporty. BMW Laserlight hadir sebagai standar dimana teknologi ini sebelumnya hanya hadir di BMW Seri 7.

    BMW mengklaim merupakan satu-satunya brand yang menghadirkan fitur Laserlight di segmen kendaraan premium ukuran sedang. Baik lampu kabut depan LED maupun Air Curtains terintegrasi ke dalam air intake, menggunakan desain NACA yang telah terbukti di dunia Motorsports. 

    Air curtains atau lubang udara di sisi kiri dan kanan bemper ini berfungsi untuk mendinginkan rem dan air intake.  

    Tampilan sisi dinamis diperkuat oleh sepasang garis karakter dan kontur side skirt yang dinamis. Tepi akhir dari grafik jendela samping - dengan isyarat desain Hofmeister kink - kini diintegrasikan ke dalam C-pillar.

    Garis-garis horizontal dan lampu LED yang ramping dan bergaya memberikan bagian belakang soliditas yang lebar dan kekar. Secara keseluruhan tampilan samping kendaraan semakin sempurna dengan roda yang menggunakan desain 18” light alloy wheels V-Spoke style 780, Bicolour Orbit Grey Burnished. 

    BMW 320i Sport, Sirkuit Internasional Sentul. 1 Desember 2020. TEMPO/Wawan Priyanto 

    Interior

    Harus diakui, insinyur BMW mampu menghadirkan desain interior yang nyaman dan juga lapang pada Seri 3. Instrumen panel dibuat pada kokpit didesain mudah dijangkau oleh pengemudi.

    Fitur pengontrol yang sering dioperasikan dikelompokkan ke dalam panel yang terstruktur dengan jelas di tengah konsol.

    Tombol start/stop mesin kini terletak di panel kontrol yang baru dan berada di konsol tengah, di mana tuas perpindahan gigi atau tuas pemilih yang juga baru dirancang bergabung dengan iDrive Controller dan tombol-tombol untuk unit Driving Experience Control. 

    BMW 320i Sport. 1 Desember 2020. (BMW Indonesia)

    Sasis

    Ok. Ini adalah ubahan paling besar pada BMW Seri 3 generasi terbaru, yakni sasis. Struktur bodi dan sasis BMW Seri 3 dikembangkan untuk menyempurnakan kedinamisan berkendara, karakteristik handling yang gesit, kemudi presisi tinggi, dan kinerja pengereman yang unggul.

    Secara keseluruhan, BMW Seri 3 memiliki berat hingga 55 kilogram lebih ringan dari generasi sebelumnya. BMW Seri 3 juga memiliki pusat gravitasi rendah dan distribusi bobot 50: 50, sementara struktur bodi menjadi lebih kaku dan teknologi suspensi telah meningkat secara signifikan. Aerodinamika yang dioptimalkan mengurangi koefisien hambatan menjadi hanya 0,23. 
     

    Ruang yang diperluas untuk bahu dan siku di kursi depan serta ruang kaki tambahan, kenyamanan kursi, dan kemudahan akses masuk dan keluar, semua berkontribusi pada rasa lapang di interior. Selain itu, ruang bagasi 480 liter dan buka tutup otomatis dari BMW Seri 3 tawarkan kenyamanan dan fungsionalitas kendaraan.  

    Pelopor menuju kendaraan otonom

    BMW Seri 3 menggunakan pilihan sistem bantuan inovatif yang disempurnakan untuk keselamatan pengendara dan menyambut trend kendaraan otonom. Park Distance Control dan kamera tampak belakang membantu pengemudi melakukan manuver dan memasuki / keluar dari tempat parkir.

    Proses parkir yang lebih mudah juga hadir dengan adanya Park Assist, yang mengambil alih kemudi, akselerasi, pengereman, dan perubahan gigi dengan transmisi Steptronic saat masuk dan keluar slot parkir paralel dan lateral.

    Fitur andalan terbaru salah satunya adalah Reversing Assistant, dimana BMW Seri 3 dapat mundur kembali ke posisi semula secara otomatis dengan jarak 50 m, dengan rute yang sama saat bergerak maju. Fitur ini berguna saat pengendara menghadapi rintangan di depan dan harus kembali dengan posisi mundur.

    Spesifikasi teknis

    BMW 320i Sport

    Mesin: Mesin bensin empat-silinder 2.0-liter in-line. BMW TwinPower Turbo dengan TwinScroll turbochargers, High Precision Direct Injection & 8-Speed Steptronic transmission. 

    Kapasitas mesin

    1,998cc

    Output maksimum

    184 hp

    Torsi maksimum

    300 Nm

    Akselerasi 0-100 km/d

    7,1 detik

    Kecepatan puncak

    235 km/j 

    Konsumsi bahan bakar (UN ECE)  

    15,9 km/l

    Emisi CO2 (UN ECE)

    144 g/km


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.