3M Pasarkan Kaca Film Mobil Terbaru, Berteknologi Nano Keramik

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kaca Fim 3M. - id/3mautofilm.com

    Kaca Fim 3M. - id/3mautofilm.com

    TEMPO.CO, Jakarta - 3M menghadirkan produk kaca film Automotive Window Film Ceramic IR Series. Perusahaan kaca film ini menawarkan inovasi terbaru perlindungan terhadap dampak negatif sinar ultraviolet (UV) sekaligus kenyamanan dan gaya dengan warna netral yang menarik.

    Kenyamanan dan keamanan berkendara mobil memang tidak hanya mengandalkan eksterior dan interior. Penambahan aksesoris juga berperan penting, seperti lapisan kaca film. Kaca film tidak hanya berfungsi estetika, juga sebagai perlindungan ekstra bagi mobil dan pengendaranya.

    Dalam pernyataan persnya baru-baru ini 3M menerangkan bahwa menurut The Archives of Dermatology, radiasi yang berbahaya dari sinar matahari akan terasosiasi kurang lebih 90 persen dari semua jenis kanker kulit.

    "3M Automotive Window Film Ceramic IR Series merupakan merek dagang dari 3M," demikian pernyataan 3M.

    Menurut 3M, Automotive Window Film Ceramic IR Series dikembangkan dengan teknologi nano-keramik yang dapat menolak panas inframerah dengan sangat baik melalui teknologi absorpsinya.

    Teknologi ini diklaim mampu memblokir hingga 99,9 persen UV dan memberikan perlindungan matahari total (sun protection factor/ SPF) hingga 1000+.

    Kaca film Automotive Window Film Ceramic IR Series didesain bebas logam agar tidak memberikan risiko gangguan pada elektronik, seperti GPS, radio satelit, atau perangkat seluler.

    Sejak 1966, 3M telah mengeluarkan berbagai paten dan inovasi kaca film guna menyediakan keamanan dari dampak buruk sinar matahari bagi pengguna mobil.

    Rangkaian produk 3M AutoFilm telah teruji untuk meningkatkan kenyamanan, membantu menjaga interior kendaraan Anda dan mencegah sinar UV. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.