BMW Indonesia Sambut Positif Persaingan Mobil Listrik

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • BMW i Wallbox Plus yang diinstal dengan konfigurasi 3 phase 22kW dan dapat diaktifkan dengan teknologi RFID. Dok BMW

    BMW i Wallbox Plus yang diinstal dengan konfigurasi 3 phase 22kW dan dapat diaktifkan dengan teknologi RFID. Dok BMW

    TEMPO.CO, JakartaBMW Group Indonesia merupakan agen pemegang merek (APM) pertama yang memasarkan mobil listrik murni di Indonesia melalui BMW i3s. Model ini diluncurkan di pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Show 2019 (GIIAS 2019).

    Tahun ini, dua APM juga meluncurkan mobil listrik murni untuk pasar Indonesia. Kedua APM itu adalah Hyundai dan Toyota. Hyundai memasarkan dua mobil listrik sekaligus yakni Hyundai Ioniq EV dan Hyundai Kona EV. Sedangkan Toyota memasarkan Lexus UX 300e.

    Direktur Komunikasi BMW Group Indonesia Jodie O’tania menyambut positif kehadiran mobil listrik dari brand lain di Tanah Air. “Kami melihat adanya persaingan ini akan memunculkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia,” kata Jodie sebelum melepas media test drive BMW 320i Sport di Menteng, Jakarta, 1 Desember 2020.

    Jodie menilai munculnya ekosistem kendaraan listrik ini mendorong pertumbuhan infrastruktur pendukung seperti stasiun pengisi daya baterai umum, dan kesadaran masyarakat akan mobil ramah lingkungan.

    BMW memasarkan kendaraan ramah lingkungan berteknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) di Indonesia melalui BMW i8 sejak 2016. BMW juga aktif mendorong sosialisasi kendaraan listrik dengan menyumbangkan perangkat pengisi daya baterai (BMW I Wallbox) ke sejumlah instansi, salah satunya dengan PT Pertamina.

    Jodie menyampaikan bahwa tahun depan BMW Indonesia akan memasarkan lebih banyak mobil berteknologi elektrifikasi, di antaranya adalah mobil PHEV dan mobil listrik murni. Sebelumnya, BMW akan meluncurkan satu model mobil listrik bersaman dengan gelaran balap Formula E tahun ini. Namun, balap mobil listrik di Jakarta itu diundur hingga tahun depan karena pandemi virus corona baru (Covid-19).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.