BMW pun Cabut dari Formula E, Ini Alasannya

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang karyawan memegang logo BMW untuk dipasang pada skuter BMW C Evolution di pabrik sepeda motor BMW di Berlin, Jerman, 23 Februari 2015. REUTERS/Fabrizio Bensch

    Seorang karyawan memegang logo BMW untuk dipasang pada skuter BMW C Evolution di pabrik sepeda motor BMW di Berlin, Jerman, 23 Februari 2015. REUTERS/Fabrizio Bensch

    TEMPO.CO, Jakarta - BMW memutuskan akan mengikuti langkah Audi keluar dari kejuaraan dunia balapan mobil listrik Formula E per akhir musim depan.

    Keputusan BMW itu muncul dua hari setelah keputusan serupa dari Audi pada Senin lalu, 30 November 2020.

    "Dalam hal pengembangan e-drivetrains, BMW Group pada dasarnya telah menggunakan semua kesempatan untuk bentuk transfer teknologi di lingkungan kompetitif Formula E," demikian BMW seperti dikutip Reuters.

    Audi memutuskan tidak menurunkan kembali timnya di Formula E dan mengalihkan fokus mereka ke Reli Dakar serta balap ketahanan Le Mans.

    BMW menyatakan fokus strategis perusahaan akan beralih. Pengumuman resmi BMW tadi hanya satu hari setelah sesi tes pramusim Formuyla E berakhir di Spanyol. 

    im Formula E BMW dijalankan dipimpin Andretti, Motorsport asal Amerika Serikat.

    "Kami menantikan untuk mengumumkan rencana kami sendiri bagi kelanjutan program Formula E dalam waktu dekat," kata Andretti kepada roadandtrack.com.

    Musim ke-7 Formula E akan dimulai di Chile pada Januari 2021. Pabrikan lain yang terlibat dalam balapan mobil listrik ini adalah Mercedes-Benz, Porsche, Nissan, Jaguar, DS dari Citroen.

    Balapan yang telah mendapat restu dari FIA menjadi kejuaraan dunia itu akan menggunakan mobil generasi ketiga pada 2022.

    Mahindra, tim Formula E asal India, sejauh ini menjadi satu-satunya tim yang telah menyatakan komitmennya untuk program penggunaan mobilk generasi ke-3.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.