8 Tips Mencegah Mobil Terbakar di SPBU

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas SPBU Lilis Setiawati (24) mengisi bahan bakar sebuah mobil di Jakarta, Sabtu, 4 April 2020. Sejumlah warga masih melakukan aktivitas kerja di luar rumah seperti biasanya meski di saat pandemi COVID-19 agar tetap memberikan pelayanan kepada warga. ANTARA

    Petugas SPBU Lilis Setiawati (24) mengisi bahan bakar sebuah mobil di Jakarta, Sabtu, 4 April 2020. Sejumlah warga masih melakukan aktivitas kerja di luar rumah seperti biasanya meski di saat pandemi COVID-19 agar tetap memberikan pelayanan kepada warga. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketidakpahaman bisa memunculkan celaka, misalnya mobil terbakar ketika mengisi bahan bakar di SPBU.

    Kejadian seperti ini sangat berbahaya karena tidak hanya akan membuat kerugian material, tapi juga mengakibatkan korban jiwa. Padahal, mobil terbakar di SPBU dapat dihindari.

    “Pastikan mobil dalam kondisi prima guna mencegah kemungkinan buruk saat mengisi bahan bakar. Auto2000 menyajikan kemudahan perawatan mobil dengan menyediakan Promo THS Check Up Toyota,” ucap Ricky Martawijaya, Aftersales Division Head Auto2000.

    Auto2000, dealer terbesar Toyota, memberikan tips agar trak terjadi mobil terbakar ketika mengisi bahan bakar:

    1. Mematikan mesin mobil
    Ini prosedur standar yang selalu diingatkan oleh petugas SPBU, tapi masih sering diabaikan oleh pengguna kendaraan.

    Mesin mobil yang menyala bisa memicu terjadinya percikan api saat bertemu uap bensin. Apalagi bila mobil mengalami masalah kelistrikan, seperti kabel busi bocor.

    2. Jangan gunakan ponsel
    Uap bahan bakar sanggup menjalar dari celah antara nozzle pengisian dan lubang tangki bensin yang sedang melakukan pengisian bahan bakar. Saat bertemu energi listrik dari sinyal ponsel, uang bahan bakar bisa menimbulkan kebakaran.

    3. Jaga jarak aman
    Auto2000 menyarankan pengguna mobil menjaga jarak aman dengan mobil lain di SPBU. Andai sampai terjadi kebakaran, jarak aman memungkinkan kendaraan lain menghindar.

    4. Kecepatan maksimal 10 km/jam
    Saat memasuki SPBU, segera kurangi kecepatan mobil hingga di bawah 10 km/jam dan cukup sekitar 5 km/jam saja di area dispenser bahan bakar.

    Pengaturan kecepatan penting untuk menghindari risiko kecelakaan di dalam SPBU, termasuk akibat fatal akibat tabrakan itu.

    5. Siapkan alat pemadam api
    Tidak ada salahnya menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR) di dalam mobil. Dengan begitu, pengguna bisa memberikan pertolongan pertama pada mobil yang terbakar agar tak ada korban jiwa.

    Saat ini banyak APAR dijual di toko online atau toko khusus alat pemadam kebakaran.

    6. Lepaskan safety belt
    Alasannya sederhana saja, jika sampai ada kondisi darurat, semua penumpang bisa keluar dari mobil dengan cepat. Karena panik, penumpang justru kesulitan membuka safety belt.

    7. Perhatikan nozzle pengisi dan lubang tangki
    Pastikan nozzel pengisi bensin menyentuh mulut lubang tangki bensin untuk menghindari timbulnya listrik statis yang bisa menyulut api.

    Pastikan pula operator SPBU tidak mengangkat nozzle jika masih ada bensin yang menetes dan menunggu hingga bensin benar-benar berhenti mengalir.

    8. Menjaga kondisi mobil
    Jangan sampai ada kerusakan pada mobil, seperti kabel busi bocor, yang sanggup memicu kebakaran di pom bensin. Oleh sebab itu, pastikan mobil selalu dalam kondisi prima dengan melakukan servis berkala di bengkel Auto2000.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.